Kerap Kali Mendapat Tekanan, Seorang Mahasiswi Hendak Lompat dari JPO Alun-Alun Kota Malang

Jul 06, 2021 17:55
Seorang mahasiswi bernama ES (21) yang hendak melompat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Alun-alun Kota Malang, Selasa (6/7/2021). (Foto: Tangkapan layar video viral)
Seorang mahasiswi bernama ES (21) yang hendak melompat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Alun-alun Kota Malang, Selasa (6/7/2021). (Foto: Tangkapan layar video viral)

MALANGTIMES - Kerap kali mendapatkan tekanan dari seorang laki-laki di media sosial Instagram yang diduga merupakan kekasihnya, seorang mahasiswi bernama ES (21) warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hendak melompat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Alun-Alun Kota Malang, Selasa (6/7/2021). 

Hal itu bermula ketika beredar video viral berdurasi 0.23 detik yang menunjukkan seorang perempuan berkerudung cokelat dan berbaju biru tengah bergelantungan di JPO Alun-Alun Kota Malang dengan tidak menggunakan pengaman, sambil menatap ke arah jalan raya. 

Lalu pihak petugas keamanan dan kepolisian yang kebetulan berada di sekitar Kantor Bank Indonesia Cabang Malang pun membujuk untuk ES mengurungkan niatnya melompat dari atas JPO Alun-Alun Kota Malang. 

Beberapa aparat kepolisian lalu berjaga-jaga di bawah JPO. Sedangkan beberapa lainnya didampingi petugas keamanan Bank Indonesia naik ke atas untuk mengamankan ES. Setelah beberapa saat, ES pun berhasil diselamatkan tanpa ada perlawanan. Dirinya pun ketika dibawa oleh petugas terlihat menangis dengan tatapan mata yang kosong. 

Kemudian, Babhinkamtibmas Kelurahan Kidul Dalem, Polsek Klojen yakni Aiptu Heru Satrio menjelaskan bahwa kejadian percobaan bunuh diri dengan melompat dari atas JPO Alun-Alun Kota Malang tersebut terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB. 

"Kebetulan saat itu saya lewat dan persis di depan Bank Indonesia itu ada satpam lari-lari ke atas jembatan. Saya lihat ada seorang perempuan duduk di pinggiran jembatan. Kemudian saya taruh sepeda motor," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (6/7/2021). 

Namun, ketika Heru menaruh sepeda motornya, petugas keamanan Bank Indonesia dan anggota Brimob naik ke atas JPO Alun-Alun Kota Malang. "Satpamnya sudah duluan sama Brimob, kemudian membujuk perempuan yang mau lompat dari jembatan penyeberangan itu," imbuhnya. 

Lalu dua orang yang menghampiri ES tersebut datang dari utara dan selatan JPO Alun-Alun Kota Malang. Kata Heru, satu orang memgalihkan perhatian ES dan satu orang lagi berusaha meraih ES agar tidak terjatuh. 

Akhirnya, ES pun berhasil diselamatkan oleh petugas keamanan dan anggota Brimob dari atas JPO Alun-Alun Kota Malang. Kemudian ES dibawa menuju pos pengamanan Kantor Bank Indonesia yang berada di sebelah JPO Alun-Alun Kota Malang. 

"Kita kasih minum, terus kita mintai keterangan. Saya juga hubungi orang tua ES untuk menemui anaknya. Kemudian saya beritahu orang tua, mari kita sama-sama menenangkan anaknya. Bapaknya menangis dan shock. Saya bilang ke mereka, jangan marahi dia (ES, red)," jelasnya. 

Lebih lanjut Heru mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara dari ES dan orang tuanya, ES nekat akan melompat dari JPO Alun-Alun Kota Malang karena merasa sudah lelah dan hampir depresi karena kerap kali mendapatkan tekanan dari pacarnya yang berada di luar kota. 

"Jadi ES itu sering dapat teror dan intimidasi dari pacarnya di Banten, itu saja yang saya tahu," tuturnya. 

Pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan lebih dalam. Pasalnya kondisi ES yang masih pucat, pandangan kosong, lemas, sering melamun dan kerap kali menangis membuat pihak kepolisian tidak tega melakukan pemeriksaan mendalam. 

"Setelah itu orang tuanya membawa pulang ke rumah lagi," pungkasnya.

Topik
aksi percobaan bunuh diripercobaan bunuh diri mahasiswiangka positif covid 19 kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru