Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Malang Tinggi, Rata-Rata Bergejala Berat

Jul 06, 2021 12:38
Proses pemakaman dengan protokol Covid-19. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Proses pemakaman dengan protokol Covid-19. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Malang dalam beberapa hari terakhir masih relatif tinggi. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, total kematian di Kota Pendidikan ini mencapai 671 kasus. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, jumlah angka kematian saat ini memang cukup mengalami tambahan yang tinggi selama beberapa hari terakhir. Penyebabnya, kebanyakan lantaran pasien memiliki kondisi klinis yang berat hingga memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Apalagi, menurut Husnul, perjalanan klinis pasien Covid-19 tidak bisa diprediksi. Terkadang, ditemui juga pasien yang awalnya dalam kondisi baik, namun saat menjalani perawatan, mengalami  kondisi penurunan klinis yang drastis.

"Penyebab lainnya, kasus yang datang di layanan di rumah sakit rujukan itu sudah dalam kondisi yang berat. Serta, jika kita lihat kasus-kasus kematian, hampir sebagian besar itu disertai dengan penyakit penyerta," ujarnya.

Husnul menjelaskan, kondisi seorang dengan komorbid dan kondisi klinis berat berbeda. Artinya, banyak ditemui pasien yang sebelumnya terpapar Covid-19 merasa sehat hingga tidak mendatangi fasilitas kesehatan, padahal memiliki gejala.

"Sehingga berjalannya waktu itu menyebabkan kondisi klinisnya turun. Baru kondisi saat itulah di bawa ke fasilitas kesehatan. Nah, dengan kasusnya berat, tentu mempengaruhi dalam tata laksana penanganan Covid-19 itu sendiri," jelasnya.

Meski begitu, terkait dengan jumlah pemakaman Covid-19 di Kota Malang yang tinggi, bahkan beberapa hari lalu ada yang mencapai 26 pemakaman dalam sehari, Husnul menyebut tidak semuanya sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, prosesi pemakaman memang harus dilakukan sesuai protokol Covid-19 apabila pasien masuk kategori probable hingga suspek.

"Kasus meninggal itu kan bisa dilihat apakah itu statusnya terkonfirmasi (positif Covid-19), probable, atau suspek. Jadi, tidak semua yang dimakamkan, yang meninggal itu terkonfirmasi," pungkasnya.

Sementara itu, hingga 5 Juli 2021 kemarin kasus baru konfirmasi positif bertambah sebanyak 50 kasus baru. Artinya, total jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang sejak 20 Maret 2020 lalu hingga saat ini sebanyak 7.251 orang. Sementara jumlah kematian Covid-19, totalnya berjumlah 671. Pasien sembuh sebanyak 6.248, pasien yang masih dalam pemantauan ada 332.

Topik
angka kematianKasus Covid 19Kota MalangDinas Kesehatan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru