Prodi Ilpem FISIP UB Gelar Pendidikan Politik Songsong Pilkada Jeneponto dan Diminati Banyak Perempuan

Jul 05, 2021 19:23
Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UB Muhtar Haboddin saat memberikan materi pendidikan politik untuk menyongsong Pilkada Kabupaten Jeneponto kepada para perempuan. (Foto: Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UB)
Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UB Muhtar Haboddin saat memberikan materi pendidikan politik untuk menyongsong Pilkada Kabupaten Jeneponto kepada para perempuan. (Foto: Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UB)

INDONESIATIMES - Program Studi IIlmu Pemerintahan (Prodi Ilpem)  FISIP Universitas Brawijaya  (UB) pada 8 Mei 2021 telah menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Tema yang diangkat adalah  pendidikan politik perempuan dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jeneponto.

Pilkada sendiri merupakan sebuah eventl demokrasi 5 tahunan tingkat lokal. Masyarakat memilih kepala daerah mereka secara langsung. Acara yang berlangsung di seluruh kabupaten/kota di Indonesia ini secara prosedural telah menjadi bukti dari bekerjanya demokrasi lokal. 

Walaupun secara prosedural kepala daerah telah dipilih melalui suara terbanyak, secara substantif kualitas suara juga perlu diperhatikan. Dalam budaya patriarki yang masih banyak berkembang di Indonesia, suara perempuan masih menjadi sebuah kajian yang terus perlu didorong partisipasinya. 

Agenda pengabdian masyarakat Prodi Ilpem FISIP UB di sebuah kelurahan yang dipimpin lurah perempuan di Jeneponto  itu ternyata banyak diminati oleh kalangan perempuan. Setidaknya terdapat 60 peserta pendidikan politik yang semuanya perempuan. 

Menurut dosen Ilmu Pemerintahan Dr Muhtar Haboddin SIP MA, dalam agenda pilkada, perempuan harus mengetahui arti penting terkait pemberian suara, mengerti tentang hak pilih, memahami prosedur pemberian suara dan memiliki pengetahuan untuk membuat pilihan-pilihan politik. 

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan partisipasi perempuan dalam demokrasi dan peningkatan kesadaran politik bagi para perempuan. "Perempuan yang cerdas dalam memilih adalah yang tahu figur dan program kerja kandidat kepala daerah dan harus memiliki wawasan yang luas soal pemilu," ujarnya dalam  keterangan resmi yang diterima MalangTIMES.com, Senin (5/7/2021). 

Dosen yang merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada ini juga menyampaikan bahwa terdapat enam poin yang menjadi tujuan diadakannya agenda pendidikan politik terhadap perempuan, khususnya di wilayah Kabupaten Jeneponto.

"Pertama, menciptakan warga negara yang aktif. Kedua, membangun warga negara yang kritis. Ketiga, meningkatkan partisipasi pemilih. Keempat, meningkatkan kualitas partisipasi pemilih. Kelima, membantu penyelenggara pemilu. Keenam, membantu melakukan penyadaran anti-politik uang," jelas Muhtar. 

Sementara, usai diberikannya serangkaian materi terkait pendidikan politik kepada para peserta, perempuan-perempuan yang berada di Kelurahan Biringkassi menjadi lebih memahami arti penting sebuah suara mereka dalam demokrasi. Khususnya dalam pelaksanaan menuju Pilkada Kabupaten Jeneponto. 
    
Lebih lanjut, Muhtar  juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan agenda pendidikan politik terhadap perempuan, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.  "Diharapkan nantinya pelaksanaan pemilu kepala daerah dapat meningkatkan partisipasi perempuan, baik secara kuantitas maupun kualitas," pungkas Muhtar.

Topik
Plkada JenepontoUniversitas Brawijaya (UB)Dispensasi SIMpengabdian masyarakat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru