Hari Ke-3 PPKM Darurat, Wali Kota Malang Sidak Perkantoran Sektor Esensial

Jul 05, 2021 18:33
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat meninjau sektor perkantoran esensial OJK, Senin (5/7/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat meninjau sektor perkantoran esensial OJK, Senin (5/7/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Hari pertama kerja di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Wali Kota Malang Sutiaji melakukan sidak ke perkantoran sektor esensial, Senin (5/7/2021).

Sasaran kali ini yakni Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Berdasarkan tinjauannya, area perkantoran tersebut dipastikan telah mematuhi aturan dan menerapkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 37 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Wali Kota Malang No 35 Tahun 2021 PPKM Darurat Covid-19, khususnya terkait pelaksanaan kegiatan di kantor.  "Dari hasil pengamatan kita tadi, OJK sudah cukup patuh aturan," ujar Sutiaji.

Bahkan,  lingkup peekantoran OJK hanya menerapkan 15 persen work from office (WFO). Jumlah ini dibilang jauh lebih ketat daripada ketentuan yang diizinkan, yakni sebanyak 50 persen dari kapasitas tempat.

"Saat ini mereka hanya menerapkan 15 persen WFO bagi pegawainya dari aturan yang mengizinkan 50 persen WFO. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perbankan cukup sadar akan masa kedaruratan kita saat ini," imbuh Sutiaji.

Terkait dengan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan covid-19, Sutiaji menyatakan, lingkup perkantoran OJK telah dipastikan cukup disiplin. Terbukti,  90 persen pegawai menggunakan masker. "Kalau pemakaian masker saya kira di sini sudah 90 persen lebih," kata dia. 

Hal inilah yang kiranya bisa pula ditiru oleh masyarakat luas dalam menerapkan kedisiplinan. Sebab, dengan lonjakan kasus covid-19 saat ini, memang diakuinya tingkat kedisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mulai melemah.

"Sesungguhnya saat ini sudah saatnya masyarakat memiliki kedisiplinan tinggi; terlebih dengan adanya varian baru. Tapi yang terjadi kita masih lemah. Tidak menghindari kerumunan, masih keluar tanpa kepentingan esensial, itu masih ada," ucapnya.

Diterapkannya PPKM Darurat ini  diharapkan menjadi peringatan tersendiri dan kewaspadaan bagi masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Apalagi, di lingkup perkantoran juga ada yang diterapkam work from home (WFH) 100 persen.

"Ini yang harus kita warning, Yang namanya kantor saja sudah 100 persen WFH. Ini menunjukkan kita tidak boleh pergi ke mana-mana kecuali untuk keperluan-keperluan esensial," pungkas Sutiaji.

 

Topik
sebutan jokowipenutupan malWali Kota MalangWali Kota Malang SutiajiPPKM Darurat Kota Kediri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru