Tips Tembus Jurnal Bereputasi, Strategi Guru Besar UIN Malang ini Boleh Dicoba!

Jul 04, 2021 12:57
Suasana saat digelarnya Webinar “Workshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Ist)
Suasana saat digelarnya Webinar “Workshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Ist)

MALANGTIMES - Guru Besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) Malang, Prof Dr Achmad Sani Supriyanto, MSi, beberkan strategi tembus jurnal bereputasi. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Webinar “Workshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes), beberapa waktu lalu, melalui daring.

Disampaikannya, jika artikel biasanya masih belum memenuhi kaidah dalam penulisan di jurnal, baik itu nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi. 

Diantara berbagai kendala untuk bisa publikasi di jurnal internasional. Salah satunya adalah adanya ketidaksesuaian dengan scoup jurnal, atau bahkan tidak mengindahkan gaya dari jurnal yang dituju. 

1

"Sehingga kendala itu tidak hanya terletak pada kualitas jurnal saja" terang Guru Besar Fakultas Ekonomi itu. 

Lebih lanjut dijelaskan pria yang akrab disapa Prof Sani itu, jika untuk menulis artikel ABG akan dipublikasikan itu terbilang mudah namun juga sulit. Hal itu, tentu artikel yang menurut penulis bagus, namun menurut editor ataupun reviewer artikel yang dibuat masih belum memenuhi kaidah ilmiah, alias rejected.

"Karena, sebelum itu (menulis artikel) ada tiga hal yang harus dipahami," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Prof Sani, tiga hal tersebut, yakni, pertama artikel harus menyesuaikan dengan template jurnal yang dituju, ke dua harus ada Research Gap dan Novelty-nya, dan ke tiga referensi sebaiknya 75 persen lebih dan diambil dari artikel jurnal bereputasi. 

"Research gap dan novelty adalah hal yang penting yang harus menjadi atensi utama, karena disitulah letak dari kebaharuan artikel kita. Ini adalah beberapa tips yang harus diperhatikan, agar artikel kita dapat di terima dan bisa publish di jurnal internasional bereputasi," pungkas Prof Sani

Sementara itu, dalam kegiatan Webinar “Workshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi yang diselenggarakan Unnes itu, diikuti oleh 258 dosen maupun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Unnes, Prof Heri Yanto MBA PhD.

Topik
jurnal internasionalproduksi plasma konvalesenguru besarUIN Maliki MalangUIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru