Dishub Kota Malang Tutup Sejumlah Ruas Jalan, Berikut Titiknya

Jul 04, 2021 12:11
Tampak ruas Jalan Ijen yang pada hari Sabtu (3/7/2021) malam sudah mulai dilakukan penutupan untuk mengintensifkan penerapan PPKM Darurat di Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Tampak ruas Jalan Ijen yang pada hari Sabtu (3/7/2021) malam sudah mulai dilakukan penutupan untuk mengintensifkan penerapan PPKM Darurat di Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang menutup sejumlah ruas jalan untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

"Di kawasan Jalan Ijen sampai Simpang Balapan itu seperti PSBB dulu, pukul 20.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB kita tutup. Tapi sementara ini sampai pukul 24.00 WIB. Tapi nanti akan ditingkatkan sampai kondisi seperti apa," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Heru Mulyono kepada MalangTIMES.com, Sabtu (3/7/2021) malam. 

Heru mengatakan untuk mengoptimalkan penerapan PPKM Darurat, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Malang Kota. Selain itu juga dilakukan penutupan di dua ruas jalan samping Museum Brawijaya yakni di Jalan Retawu dan Jalan Wilis. Lalu di kawasan Jalan Pahlawan Trip juga dilakukan penutupan. "Kalau ambulans kita bolehkan. Kalau kendaraan pribadi tidak bisa. Tapi kalau penghuni rumah di sana (kawasan Jalan Ijen, red) menunjukkan KTP nya boleh," katanya. 

Di kawasan Alun-Alun Kota Malang juga dilakukan penutupan ruas jalan. Pasalnya, di ruas jalan sekitar Alun-Alun Kota Malang memiliki mobilitas tinggi karena berada di tengah kota dan dikelilingi tempat umum yang menjadi pusat keramaian masyarakat. 

"Di Jalan Agus Salim dan Jalan Sutan Syahrir (dilakukan penutupan, red). Jadi dari alun-alun ke arah selatan dan ke timur kita tutup. Jadi kita belokkan ke arah kantor pos," terangnya. 

Penutupan ruas-ruas jalan sebagai upaya serius dari pemerintah kepada seluruh masyarakat luas dalam menerapkan PPKM Darurat. "Ini dilakukan untuk kita mengurangi pergerakan masyarakat di luar rumah atau kecenderungan nongkrong," tuturnya. 

Selain itu pihaknya juga menjalankan strategi pembatasan sebagai upaya penerapan PPKM Darurat di Kota Malang yakni dengan rutin melakukan sosialisasi dan pemantauan di wilayah-wilayah yang rawan sebagai tempat berkerumunnya masyarakat. 

"Melakukan pemantauan wilayah seperti yang dilakukan tadi. Dua kali dalam sehari untuk skala kota. Jadi pukul 10.00 WIB terus sama pukul 20.00 WIB," ujar pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Malang. 

Lebih lanjut Heru menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi serta pemantauan juga dilakukan pada skala masing-masing kecamatan di Kota Malang. Hal itu dilakukan agar program PP Darurat dapat berjalan dengan efektif untuk mengurangi angka penularan Covid-19. 

Sementara itu, sesuai dengan instruksi dan aragan dari Forkopimda Kota Malang mengenai penerapan PPKM Darurat, juga diberlakukan penyekatan di Exit Tol Malang Madyopuro. 

"Ada penyekatan di exit tol. Sudah kita lakukan 24 jam. Untuk kapan disekatnya, lihat kondisi. Kondisi kendaraan kecenderungan seperti apa dan seterusnya. Pos juga sudah kita bangun disana," pungkasnya.

Topik
sebutan jokowiDishub Kota Malangheru mulyono

Berita Lainnya

Berita

Terbaru