Hari Pertama PPKM Darurat di Kota Malang, 50 Warung Dapat Teguran

Jul 04, 2021 09:59
Operasi Gabungan saat penerapan PPKM Darurat di hari pertama, Sabtu (3/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Operasi Gabungan saat penerapan PPKM Darurat di hari pertama, Sabtu (3/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat puluhan warung diberi teguran secara lisan oleh aparat gabungan. Sebab, para pengelola masih membuka kegiatan usaha di atas jam 20.00 WIB.

"Mungkin sekitar di atas 50 ya (melanggar, Red). Itu merata kami informasikan. Bahasanya kan kita akan mencari tempat-tempat nongkrong anak-anak muda ini," ungkap Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat kepada MalangTIMES.com, Sabtu (3/7/2021) malam. 

Untuk diketahui, operasi gabungan yang diikuti oleh jajaran TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja, dimulai berangkat dari Balai Kota Malang sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian mengarah ke Jalan Semeru hingga ke kawasan Jalan Ijen dan berbelok kanan ke Jalan Kawi menuju kawasan warung-warung di Pulosari. 

Saat di kawasan Pulosari, aparat gabungan terlihat memberikan teguran lisan kepada beberapa pengelola warung Jagung Bakar serta cafe yang masih buka di atas pukul 20.00 WIB, sesuai aturan di PPKM Darurat. Kemudian mengarah ke Jalan Wilis, nampak warung angkringan yang menyediakan tempat nongkrong dan langsung diberikan teguran lisan.

Setelah itu petugas melanutkan perjalanan ke Jalan Wilis dan berbelok kiri menuju Jalan Bondowoso hingga perempatan Jalan Galunggung. Di sana juga nampak warung angkringan yang masih buka dan menggelar tempat untuk nongkrong. Lalu berbelok ke arah kanan menuju Jalan Galunggung, lurus terus mengarah Jalan Bendungan Sutami hingga perempatan Kampus ITN. 

Lalu berbelok kiri mengarah ke Jalan Bendungan Sigura-gura lurus terus dengan memberikan imbauan kepada para pedagang yang masih buka di sepanjang Jalan Bendungan Sigura-gura. Lurus terus menuju Jalan Sunan Kalijaga hingga ke kawasan Jalan Mertojoyo Selatan (eks Pasar Merjosari). 

Kemudian berbelok ke kanan menuju Jalan Joyo Tambaksari dan menuju Jalan Simpang Gajayana hingga sampai di pertigaan Sardo Swalayan, lalu berbelok ke arah kanan menuju Jalan Gajayana hingga Jalan Raya Sumbersari. 

Setelah itu berbelok ke arah kiri menuju kawasan Jalan Veteran dengan kondisi lampu PJU telah mati dan membuat situasi jalan gelap. Kemudian mengarah ke Jalan Bandung dan berbelok ke arah kanan menuju Jalan Brigjend Slamet Riadi. 

Setelah itu mengarah ke Jalan Jenderal Basuki Rahmat dan kemudian berbelok ke kiri menuju Jalan Kahuripan. Di Jalan Kahuripan, aparat gabungan juga sempat memberikan teguran lisan kepada salah satu pengelola cafe yang masih buka dan menyediakan tempat nongkrong hingga pukul 22.30 WIB. Hingga akhirnya kembali ke Balai Kota Malang sekitar pukul 22.38 WIB.

Selain memberikan teguran lisan, Rahmat mengatakan bahwa jajaran anggota Satpol PP Kota Malang juga langsung memberikan contoh kepada pihak pengelola warung atau cafe untuk tidak menyediakan tempat duduk atau tempat nongkrong. 

"Contohnya seperti kursinya ditata. Jadi mungkin dalam waktu satu dua hari ini kita sosialisasi terus. Nanti baru kita akan lakukan penindakan," ujarnya. 

Sementara itu, untuk sanksi kepada pihak pengelola usaha dan pengunjung jajaran Satpol PP Kota Malang mengacu pada Peraturan Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Untuk pelaku usaha, pertama teguran tertulis, kedua itu adalah penutupan sementara 14 hari, ketiga itu denda administrasi dan keempat itu pencabutan izin. Untuk sanksi pidananya sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020 Provinsi Jatim denda maksimal 50 juta dan kurungan tiga bulan," terangnya. 

Sedangkan untuķ para pengunjung juga akan diberikan sanksi. Mulai dari sanksi sosial, administrasi, denda hingga sanksi pidana dengan sidang di tempat. "Sanksi sosial itu kayak membersihkan sampah, nyapu-nyapu, baca Pancasila. Itu diatur juga di Perwal 30 tahun 2020," pungkasnya.

Topik
sebutan jokowiRahmat HidayatJam Malam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru