Masjid di Kabupaten Malang Tidak Beroperasi Selama PPKM Darurat

Jul 03, 2021 17:42
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menjelaskan Inmendagri Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa-Bali. Di dalamnya, disebutkan bahwa tempat ibadah ditutup sementara untuk mengurangi angka penyebaran covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenag dan MUI untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Hal itu karena terkait dengan tempat ibadah yang sementara ditutup selama PPKM Darurat.

“Kami juga berkoordinasi dengan Kemenag, MUI dan dewan masjid, karena kan tempat ibadah ditutup sementara. Tapi harus dengan pendekatan,” ungkap Wahyu.

Terpisah, Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Mustain menjelaskan bahwa pihaknya dalam PPKM Darurat ini mendukung langkah dari pemerintah pusat hingga daerah. Oleh karena itu pihaknya berharap dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ini dapat menekan angka penyebaran covid-19.

“Kami semua selaras apa yang disampaikan oleh bupati, Dandim dan Kapolres bahwa Kemenag akan bekerjasama secara aktif dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini,” ungkap Mustain.

Sepakat dengan Kemenag, Ketua MUI Kabupaten Malang KH Fadhol Hijjah mengaku telah memahami terkait PPKM Darurat yang mulai diterapkan hari ini. Oleh karena itu, pihaknya tentunya mendukung penuh langkah yang ditempuh.

“Semua demi kebaikan bersama dan agar covid-19 ini cepat turun angka penyebarannya di wilayah Kabupaten Malang,” ungkap Fadhol.

Di sisi lain, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Malang, Imam Sibaweh menegaskan bahwa dengan aturan tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan para ulama. Sehingga pihaknya menuturkan bahwa dalam hal ini 2.200 masjid di Kabupaten Malang sementara tidak beroperasi selama PPKM Darurat.

“Masjid di Kabupaten Malang ada 2.200 masjid, kami sudah berkomunikasi dengan para ulama, ada pembatasan selama PPKM Darurat, DMI juga mendukung untuk Salat Jum'at diganti Salat Dzuhur di rumah masing-masing, karena intinya untuk kebaikan bersama karena wabah covid-19 yang belum mereda,” jelas Imam.

Dengan kesepakatan tersebut, Wahyu Hidayat mengaku juga telah berkoordinasi dengan Muspika di Kabupaten Malang untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Utamanya terkait dengan belum bisa beroperasi masjid selama PPKM Darurat.

“Kami lakukan sosialisasi kepada Muspika yang di dalamnya juga ada kepala desa, agar dapat menyampaikan kepada masyarakat juga,” pungkas Wahyu.

Topik
sebutan jokowiairlanggga hartartopaparan covid 19covid 19 kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru