Keliling Kota Malang, Forkopimda Sosialisasi PPKM Darurat

Jul 03, 2021 16:15
Wali Kota Malang Sutiaji memberikan imbauan kepada pedagang kaki lima terkait peraturan dalam PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021). (Foto: Tubagua Achmad/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji memberikan imbauan kepada pedagang kaki lima terkait peraturan dalam PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021). (Foto: Tubagua Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dengan berkeliling Kota Malang terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. 

Dengan berdiri di atas mobil komando Polresta Malang Kota, Wali Kota Malang Sutiaji yang didampingi  Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar mematuhi peraturan terkait PPKM Darurat. 

"Saya kira ini memang masih tahap sosialisasi. Jadi, kita memberikan informasi kepada masyarakat bahwa hari ini kita mulai pemberlakuan PPKM Darurat," ungkapnya, Sabtu (3/7/2021). 

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang itu juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi pada hari ini sifatnya pemberitahuan. Namun nanti akan digelar secara periodik untuk melihat efektivitasnya. 

"Berkaitan dengan tempat-tempat jualan makanan. Kan tidak ada batas waktu dibolehkan namun harus take away (bawa pulang, red)," ujarnya. 

Dalam tahap sosialisasi awal ini, terdapat perdebatan mengenai operasional mal dan penjual-penjual baju di tempat yang memiliki kapasitas besar dan berpotensi mengundang banyak orang. 

"Memang tempat itu tidak dikategorikan mal. Tapi dia banyak pengunjung yang datang di sana. Itu mungkin yang masih jadi PR kita. Segera kita detailkan. Intinya jangan banyak pergerakan orang sehingga rawan menularkan covid-19," ucap Sutiaji.

Terkait mal, di Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19, disebutkan dengan jelas bahwa pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara. 

Gelaran operasi keliling untuk memantau pergerakan masyarakat pada momen PPKM Darurat ini akan digelar secara periodik dan tentatif. Wali kota juga telah berkoordinasi dengan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona. 

Lalu dalam pemberlakuan PPKM Darurat ini, pemkot juga tetap menguatkan PPKM Mikro di skala RT/RW. Nantinya jajaran muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) akan berkeliling di wilayahnya masing-masing untuk memberikan sosialisasi PPKM Darurat kepada masyarakat luas. 

Sementara itu, mengenai sanksi bagi masyarakat maupun pengelola tempat usaha yang membandel dan tidak mematuhi peraturan yang ada dalam PPKM Darurat ini, konsekuensinya bakal ditutup. Sebab, saat ini pemerintah telah menaikkan status penyebaran covid-19, utamanya di wilayah Jawa dan Bali, menjadi darurat. 

"Intinya sudah diberikan toleransi yang luar biasa. Penjual-penjual makanan dan kafe ini masih bisa buka dengan catatan take away. Ketika dia sudah dikasih peringatan, besok dilakukan lagi. Sekali lagi.yaa nanti dicabut izinnya dan tidak diperbolehkan buka," tegas Sutiaji.

Topik
sebutan jokowiForpimda Kota Malangppkm darurat banyuwangi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru