Surat Sekda Bau Parpol (5)

Protes Surat Sekda, PKB Dianggap Tak Pancasilais

Jul 03, 2021 13:30
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang HM Kholik (for MalangTIMES)
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang HM Kholik (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang terbilang keras melakukan protes atas surat Sekda. Saat partai politik (parpol) lainnya terkesan "adem ayem" dengan persoalan itu.

Protes yang dinilai keras ini pun menyulut beberapa pihak yang berseberangan dengan DPC PKB Kabupaten Malang. Bahkan partai di bawah asuhan Muhaimin Iskandar ini dianggap tak Pancasilais, karena protes kerasnya.

Hal ini disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang HM Kholik atau yang akrab disapa Gus Kholik. Dirinya  menyayangkan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menganggap DPC PKB Kabupaten Malang tidak Pancasilais.

Justru pihaknya mempertanyakan LSM tersebut apakah telah terkontaminasi sehingga tidak bisa membedakan protes yang dilayangkan.

“LSM itu menyebut PKB tidak Pancasilais. Nah, apakah mereka sudah 'masuk angin' kok yang dibully justru kami. Yang kami kritisi itu suratnya (Sekda Kabupaten Malang),” ucapnya.

Gus Kholik mengaku bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan lomba Desa Pancasila yang digagas oleh PDIP. Namun pihaknya mempertanyakan Sekda Wahyu Hidayat sampai membuat surat imbauan kepada camat hingga kepala desa untuk mengikuti lomba tersebut.

“Pandangan kami sebenarnya tidak mempermasalahkan lomba Desa Pancasila. Yang dimasalahkan itu adalah surat sekda yang memerintahkan camat dan kepala desa, itu yang kami kritisi,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Malang HM Sanusi mengatakan bahwa organisasi lain bisa membuat suatu kegiatan. Dalam hal ini Pemkab Malang akan memfasilitasi.

“Lo, jadi boleh ya Sekda memfasilitasi kegiatan partai-partai,” tanya Gus Kholik.

Dengan kegaduhan yang sudah muncul ke permukaan itu, Gus Kholik pun menegaskan bahwa pihaknya tidak alergi dengan lomba Desa Pancasila yang digagas oleh PDIP. Bahkan pihaknya secara terang-terangan mendukung program kegiatan tersebut.

“Tapi yang tidak saya suka itu Sekda memfasilitasi atau ikut campur kegiatan salah satu partai untuk menggerakkan ASN di Kabupaten Malang, itu yang tidak boleh,” tuturnya.

“Sekda kan ASN, Camat juga ASN. Jangan sampai mencederai netralitas, karena sudah ada aturannya,” imbuhnya.

Lanjut Gus Kholik, jika memang Bupati Malang HM Sanusi menyebut bahwa sekda bisa memfasilitasi kegiatan partai, tentunya pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Sebab, pihaknya telah mendapat teguran dari DPW PKB terkait surat sekda tersebut.

“Jika memang itu dilakukan, berarti memakai jalur yang salah. Karena kan ASN harus netral. Bahkan saya ditegur sama DPW PKB, karena tahu surat tersebut, maka dari itu kami melayangkan protes,” ungkapnya.

Disinggung parpol lainnya di Kabupaten Malang yang terkesan adem ayem, Gus Kholik mengatakan, sebenarnya partai lain di Kabupaten Malang juga sempat ramai. Namun hingga saat ini pihaknya mengaku belum mendengar protes atau keluhan atas keluarnya surat tersebut.

“Sebenarnya partai lain juga rasan-rasan itu, tapi tidak tahu kok tidak ada yang muncul,” ucapnya.

Uniknya, saat parpol di Kabupaten Malang terkesan adem ayem, beberapa pendapat lahir dari Kota Malang dan Kota Batu. Seperti apakah pendapat parpol di luar Kabupaten Malang? Ikuti terus Liputan Khusus Surat Sekda Bau Parpol di media Pilihan Terbaik MalangTIMES.com.

Topik
program desa pancasilauu asnBupati Malang SanusiPKB Kabupaten Malangpolitisi malang raya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru