Jawa Timur Target Penurunan Covid di Bawah 300 saat PPKM Darurat

Jul 02, 2021 12:25
Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan bersama tiga kepala daerah di Malang Raya meninjau kesiapan pasukan di Lapangan Rampal Malang, Jumat (2/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan bersama tiga kepala daerah di Malang Raya meninjau kesiapan pasukan di Lapangan Rampal Malang, Jumat (2/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Angka positif covid-19 di Indonesia saat ini mencapai angka 21 ribu per hari. Dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa dan Bali 3-20 Juli ini, ada target penurunan penyebaran hingga di bawah 10 ribu.

Mengikuti  target nasional tersebut, Provinsi Jawa Timur juga menargetkan angka penurunan penyebaran covid-19 di bawah 300. "Provinsi Jawa Timur sudah mencapai 1.200 di awal-awal bulan Mei kemarin. Kami targetkan di bawah 300 hingga 250 orang. Itu salah satu target utama," ujar Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan.

Kasdam V/Brawijaya membeberkan target itu saat melakukan peninjauan langsung kesiapan para anggota TNI-Polri  untuk bersinergi membantu penurunan angka covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Malang Raya, di Lapangan Rampal, Jumat (2/7/2021). 

Dalam gelar apel kesiapan anggota  tersebut, turut hadir beberapa jajaran pejabat. Di antaranya Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Irwan Subekti, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra.

Selain itu, hadir Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono Handoyo, Wali Kota Malang Sutiaji dan Bupati Malang HM. Sanusi. 

Setelah mengecek langsung anggota di bawah lingkup Korem 083/Baladhika Jaya yang terdiri dari empat kota dan delapan kabupaten, Brigjen Agus menilai sudah menunjukkan kesiapan dan keseriusan untuk pelaksanaan PPKM Darurat. "Karena konsekuensi dari PPKM Farurat ini, target yang harus dicapai adalah menurunkan angka penularan covid-19," ungkapnya. 

Tentunya untuk mencapai target penurunan angka covid-19 tersebut, harus ada dukungan  kekuatan sinergi dari unsur TNI, Polri dan dari pemerintah daerah setempat.  "Khusus kegiatan ini memang melibatkan seluruh komponen masyarakat, semua unsur yang ada di daerah tersebut. Sehingga pemberlakuan PPKM Darurat ini bisa menghasilkan target yang kita harapkan tadi," tandasnya. 

Kasdam V Brawijaya juga menambahkan bahwa pada penerapan PPKM Darurat tersebut, bentuknya sudah bukan edukasi maupun sosialisasi, tetapi pihaknya akan memberikan punishment dan reward. 

"Tentunya sesuai dengan tingkat pelanggaran untuk punishment-nya. Kalau itu yang melanggar tempat-tempat usaha, sudah kita ingatkan sekali dua kali, yang ketiga kita paksa tutup," ucapnya. 

Lebih lanjut, operasi yustisi akan terus dimasifkan kepada masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sanksinya juga sesuai dengan tingkat pelanggarannya. 

"Termasuk pelanggaran dalam bentuk prokes (protokol kesehatan), misal tidak bermasker, membuat kerumunan. Kalau terus berulang, akan kita tangkap dan perkarakan. Kita proses sesuai hukum yang berlaku dan tidak memberatkan. Tingkat hukuman sesuai dengan tingkat pelanggarannya," pungkas Agus.

Topik
Ksdam V Brawijayasebutan jokowiPersiapan PPKM Daruratagen BNI 46

Berita Lainnya

Berita

Terbaru