Lagi Kasus Pemerasan Atas Namakan Wartawan Terjadi di Jember, PWI : Polisi Harus Usut Tuntas

Jun 29, 2021 19:15
Ketua PWI Jember Sigit Edy Maryatmo (istimewa / Jatim TIMES)
Ketua PWI Jember Sigit Edy Maryatmo (istimewa / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES –Kasus pemerasan dengan mengatasnamakan wartawan kembali terjadi di Kabupaten Jember. Bahkan dalam kasus pemerasan dengan korban Kalapas Kelas II Jember, oknum pelaku yang disebut dengan inisial EV mencatut beberapa nama media, salah satunya media Harian Bangsa.

Dalam surat pengaduan masyarakat yang beredar di kalangan wartawan, oknum EV minta uang tutup mulut kepada Kalapas sebesar Rp 300 juta dalam kasus warga binaan yang ada di lapas Jember. Jika uang tutup mulut tidak dipenuhi, maka kasusnya akan ditayangkan di beberapa media online termasuk media Harian Bangsa.

“Saya sudah klarifikasi kepada wartawan saya, dan ia membantah telah melakukan pemerasan maupun meminta sejumlah uang seperti yang dilaporkan dalam kasus ini. Media saya hanya dicatut oleh EC. Saya juga sudah bertemu dengan PWI untuk memberikan klarifikasi,” ujar Yudi Indrawan Ka Biro media Harian Bangsa di Jember, Selasa (29/6/2021).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua PWI Jember Sigit Edy Mardianto, bahwa pihaknya sudah menerima klarifikasi dari wartawan Harian Bangsa terkait kasus pemerasan ini. Sigit menjelaskan bahwa klarifikasi ini dilakukan setelah pihaknya mendapat surat tembusan dari pelapor/pengadu dengan adanya surat pengaduan masyarakat tersebut.

“Saat wartawan Harian Bangsa memberikan klarifikasi ke kami, bersamaan dengan adanya surat tembusan dumas dari masyarakat. Media Harian Bangsa hanya dicatut dalam kasus ini, dan kami sudah menyarankan untuk klarifikasi pada teradu tentang adanya kebenaran kasus tersebut,” ujar Sigit.

Sigit juga meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan secara tuntas, terlebih dalam kasus ini bukan murni pemberitaan. Pengusutan dilakukan agar semakin jelas, mana yang sekedar wartawan abal-abal maupun wartawan sungguhan.

“Dilihat dari kasusnya, ini bukan soal pemberitaan. Kami minta pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan secara tuntas biar nanti jelas mana yang wartawan beneran dan wartawan abal-abal yang suka melakukan pemerasan pada narasumber,” tegas Sigit.

Sementara FR salah satu pemilik media online yang juga ikut dicatut dalam kasus ini, saat dihubungi untuk dikonfirmasi terkait kebenaran dumas dari kepolisian mengaku kaget. 

“Media saya hanya dicatut, dan akan saya akan lapor ke Polres soal kasus ini karena saya tidak tahu kalau media saya dicatut,” ujar FR. 

Topik
Oknum Wartawandugaan pemerasankalapas kelas 2 jemberPWI Jembervaksin hewan ternak
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru