Dukung BEM UI soal Julukan Jokowi, BEM Malang Raya: Bunyi dari Istana Hanya Bualan

Jun 29, 2021 10:02
Presiden Joko Widodo (Foto: CNN Indonesia)
Presiden Joko Widodo (Foto: CNN Indonesia)

INDONESIATIMES - BEM Malang Raya rupanya turut bersuara terkait kinerja pemerintahan. Sebelumnya BEM UI telah menyebut Presiden Jokowi sebagai 'King of Lip Service.' 

Sindiran juga datang dari mahasiswa UGM yang menyebut Jokowi sebagai juara 'Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan'. Kini giliran BEM Malang Raya yang menilai jika semua ucapan dari Istana Negara hanya berujung pada omong kosong semata dan menjadi alat pukul bagi yang melawan kekuasaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BEM Malang Raya Zulfikri Nurfadhilla dalam rangka mendukung BEM UI yang memberikan julukan kepada Jokowi sebagai 'King of Lip Service.'

"Di saat yang sama, segala bunyi yang terdengar dari Istana hanya berujung pada bualan semata yang pada akhirnya menjadi alat pukul bagi siapapun yang melawan dengan relasi kuasa," ujar Zulfikri dalam keterangan resminya Selasa (29/6/2021). 

Lebih lanjut, ia menilai jika konten yang dibuat BEM UI telah menyajikan fakta dan realitas yang sejalan dengan permasalahan di Masyarakat.

"Melalui pasal karet UU ITE, pelemahan KPK yang dilakukan secara masif dan sistematis, dan adanya intervensi Presiden dalam supremasi hukum," katanya.

Melihat persoalan itu, Zulfikri bahkan mengecam pelbagai tindakan represif yang dilakukan aparat terhadap warga sipil. Lebih lanjut, ia juga mendesak pemerintah untuk bisa menjamin kebebasan ekspresi dan berpendapat yang dilakukan oleh warga negara seperti yang sudah diatur dalam peraturan yang berlaku.

"Menuntut pemerintah kembali hadir dalam menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat yang tertulis dalam UUD 1945 Pasal 28 & UU No. 9 tahun 1988," kata dia.

Tak cuma itu, Zulfikri juga mendesak para birokrat UI untuk bisa menjamin kebebasan berpendapat mahasiswa yang telah dijamin konstitusi.

"Menuntut birokrat Universitas Indonesia untuk dapat meluruskan nalar akademiknya bahwa kebebasan berpendapat yang substantif serta korektif terhadap negara," lanjut Zulfikri.

Untuk diketahui, BEM Malang Raya merupakan sebuah wadah berkumpul bagi seluruh BEM Universitas yang ada di Malang, Jawa Timur dan sekitarnya.

Topik
BEM Malang Rayajanji manis jokowiomong kosongomong kosong

Berita Lainnya

Berita

Terbaru