Dalam Sehari, Petugas Makamkan 18 Jenazah Pasien Covid-19 di Kota Malang

Jun 28, 2021 19:12
Petugas dari UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, BPBD Kota Malang dan PSC Kota Malang saat memakamkan jenazah Covid-19 beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Petugas dari UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, BPBD Kota Malang dan PSC Kota Malang saat memakamkan jenazah Covid-19 beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam sehari, petugas pemakaman Kota Malang yang berasal dari unsur UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, BPBD Kota Malang dan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Malang mencatatkan sebanyak 18 orang jenazah Covid-19 di Kota Malang. 

Hal itu merupakan dampak dari lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 per harinya rata-rata berjumlah 16 sampai 25 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sejak awal pandemi, untuk hari ini pecahkan rekor terbanyak. 18 pemakaman karena positif Covid-19. Sebelumnya yang terbanyak di Bulan Januari ada 17 pemakaman. Sekarang rekor 18," ungkap Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang M. Taqruni Akbar kepada MalangTIMES.com, Senin (28/6/2021). 

Dari 18 jenazah positif Covid-19 tersebut, sebelumnya telah menjalani perawatan di beberapa Rumah Sakit (RS) yakni RS Saiful Anwar Malang, RSUD Kota Malang, RSI Aisyah, RS Panti Nirmala, Persada Hospital dan RS Lavallette. 

"Untuk TPU (Tempat Pemakaman Umum, red) menyesuaikan lokasi yang diinginkan, tersebar di kampungnya masing-masing, semuanya warga Kota Malang," terangnya. 

Dalam menjalankan tugas kemanusiaan yang mulia ini kata Taqruni bahwa terdapat beberapa tantangan dalam melakukan pemakaman jenazah positif Covid-19, terkait kesiapan dari para petugas pemakaman. 

"Teman-teman harus menyediakan peralatan yang baru. Ini sementara sederhana saja yang bisa dipake, tapi tidak menyalahi prosedur. Peralatan pemakamannya biasanya kita pakai bambu untuk menopang petinya. Tapi sebetulnya dari dulu pakai besi, karena itu lebih aman," ujarnya. 

Untuk tim nya sendiri dibagi menjadi dua tim utama, yakni Tim A memakamkan sembilan jenazah dan Tim B memakamkan sembilan jenazah. "Ini masih terus berlanjut. Dikhawatirkan masih ada, menyesuaikan kondisinya. Maksimal jam 11 malam sudah selesai," tuturnya. 

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dengan lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang serta peningkatan jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamkan selama sehari.

"Masyarakat jangan abai, tetap patuhi prokes bahkan harus diperketat dan hindari kerumunan. Karena tidak tahu siapa yang membawa virus dan membawa dari mana. Sangat penting sekali sekarang ini menghindari kerumunan," pungkasnya.

Topik
Covid 19Covid 19 Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru