Resmi Diperpanjang, 29 Pasien Covid-19 Antri Masuk Safe House Kota Malang

Jun 28, 2021 13:40
Gedung yang dipergunakan sebagai safe house untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Gedung yang dipergunakan sebagai safe house untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Izin operasional safe house atau rumah isolasi bagi pasien Covid-19 di Kota Malang resmi diperpanjang. Per hari ini Senin (28/6/2021) gedung yang berada di Jl Kawi tersebut sudah mulai akan difungsikan kembali.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, masa izin penggunaan gedung Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) di Jalan Kawi Kota Malang yang digunakan untuk safe house itu telah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Hanya saja, jumlah kapasitas bed yang semula disiapkan sebanyak 110, saat ini baru mendapat persetujuan sebanyak 60 bed saja. Dari difungsikan itu, per hari ini pula sebanyak 29 pasien Covid-19 Kota Malang sudah antre untuk masuk ke rumah isolasi ini.

"Saya minta kepada provinsi lagi safe house kami pinjam lagi, cuma bed-nya baru di acc 60.  Hari ini sudah dibuka, yang sudah daftar ada 29 pasien," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejatinya izin penggunaan gedung BKPSDM untuk digunakan sebagai safe house bakal berakhir pada 30 Juni 2021 ini. Namun, mengingat jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang yang mengalami kenaikan, maka izin peggunaan diperpanjang.

Sutiaji menyebut, bahkan saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang sudah naik hingga 83 persen.

"Kota Malang mengalami peningkatan luar biasa. BOR kami 10 hari lalu masih 24,43 persen, saat ini sudah menduduki 83 persen. Rumah sakit-rumah sakit sudah padat," jelasnya.

Dengan perpanjangan masa operasional safe house ini paling tidak bisa menjadi daya tampung bagi pasien dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan gejala ringan. Karenanya, dengan terus meningkatnya kasus saat ini, Sutiaji menyampaikan, bakal mengoptimalkan agar kapasitas bed di safe house bisa dikembalikan sebagaimana jumlah semula yakni 110.

"Karena jumlah pasien Covid-19 untuk warga Kota Malang juga cukup tinggi. Kami mohon kepada bu gubernur agar bisa dikembalikan jumlah kapasitas bed-nya 110 lagi. Apalagi, di RS Lapangan juga sudah penuh," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga Minggu (27/6/2021) kemarin, jumlah total kasus Covid-19 mencapai angka 7.014. Jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 659, pasien sembuh 6.189, dan yang masih dalam pemantauan sebanyak 166 orang.

Topik
pasien covid 19 kota malangperpanjangan masa pinjam safe houseWalikota Malang Sutiajisantunan jaminan kecelakaan kerjakasus covid 19 kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru