Korban Penganiayaan Bos The Nine Ungkap Alasan Ingin Segera Keluar dari RS

Jun 27, 2021 20:17
Mia Trisanti (38) saat menjalani perawatan dan pemeriksaan dari penyidik Polresta Malang Kota di Persada Hospital. (Foto: Istimewa)
Mia Trisanti (38) saat menjalani perawatan dan pemeriksaan dari penyidik Polresta Malang Kota di Persada Hospital. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Mia Trisanti (38) yang merupakan korban penganiayaan oleh pemilik The Nine Club and Nine House Alfresco Jefrie Permana (36) akhirnya mengungkapkan alasannya ingin segera keluar dari perawatan di Persada Hospital Malang. 

Mia mengatakan, selain dirinya telah dianggap membaik oleh tim dokter Persada Hospital terkait kondisi kesehatannya pasca dianiaya oleh Jefrie berupa pukulan, tendangan, jambakan, injakan hingga sundutan rokok, Mia merasa takut jika diteror oleh orang-orang dari pihak The Nine Club and Nine House Alfresco.

"Kalau dibilang membaik 100 persen nggak ya. Terutama yang membuat aku benar-benar nekat pingin pulang ya itu. Karena aku wes capek diteror, terus diintimidasi kayak gitu lah," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Pasalnya, pada hari Selasa (22/6/2021) Mia yang sedang dijaga oleh Nikita (29) yang merupakan keponakannya didatangi oleh dua orang berinisial C dan A yang merupakan orang dari pihak The Nine Club and Nine House Alfresco. 

Berdasarkan pengakuan korban, bahwa kedua orang tersebut menyodorkan dua lembar kertas yang isinya perjanjian perdamaian. Di mana, dalam surat perjanjian perdamaian tersebut terdapat tandatangan bermaterai Jefrie Permana. 

Selain menyodorkan surat perjanjian perdamaian tersebut, kedua orang itu juga mengintimidasi Mia dengan kata-kata ancaman agar dirinya bersedia bertandatangan untuk berdamai. Jika tidak berdamai Mia akan dihukum terkait dugaan penggelapan. 

"Memang saya akuin Rumah Sakit Persada itu benar-benar safety untuk menjaga pasiennya. Tapi kan aku juga butuh ngomong sama keluarga," katanya.

Selain itu, Mia juga merasakan kondisi pikiran yang stagnan karena hanya bisa beraktivitas di dalam kamar pada saat itu. Meskipun bersama Nikita, Mia tidak dapat bertemu secara intens dengan orang-orang terdekatnya yang lain. 

"Semakin aku di dalam kamar, pikiranku semakin cuma di situ saja, stagnan. Aku memikirkan pemukulan itu yang tiap kali aku bisa tertidur sedikit aku terbangun karena mimpi (penganiayaan, red)," terangnya. 

Akhirnya Mia juga meminta tolong agar tim dokter Persada Hospital dan dokter psikiater memperbolehkannya pulang ke rumah untuk menjalani rawat jalan. "Karena aku juga pingin ketemu sama orang tua ku. Biarin nggak hidup di pikiranku sendiri dengan masalah ku itu," tuturnya. 

Sementara itu, setelah Mia keluar dari perawatan di Persada Hospital pada hari Rabu (23/6/2021) hingga sampai saat ini, dirinya mengaku masih belum terjadi teror lanjutan kepada dirinya, keluarga maupun kerabat terdekatnya. 

"Belum ada," tutupnya.

Topik
Korban Penganiayaanpnganiayaan pegawai the nine clubmia trisantiuniversitas muhammadiyah sidoarjo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru