Polisi AS Pembunuh George Floyd Divonis 22,5 Tahun Penjara, Keluarga Korban Tak Terima

Jun 26, 2021 09:08
Derek Chauvin (Foto: Fox New)
Derek Chauvin (Foto: Fox New)

INDONESIATIMES - Pengadilan telah menjatuhkan vonis 22,5 tahun penjara terhadap mantan polisi Derek Chauvin terkait kasus pembunuhan George Floyd. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 30 tahun.

Melansir melalui AFP, vonis terhadap Derek Chauvin ini disampaikan oleh Hakim Peter Cahill. Cahill memastikan vonis 22,5 tahun itu telah sesuai dengan perbuatan Derek Chauvin yang menyalahgunakan posisinya sebagai polisi untuk membunuh George Floyd.

"(Hukuman penjara) ini didasarkan pada penyalahgunaan posisi kepercayaan dan otoritas Anda dan juga kekejaman khusus yang ditunjukkan kepada George Floyd," kata Cahill kepada Chauvin.

Keputusan tersebut dibacakan di akhir sidang yang menegangkan usai pengadilan sempat menyaksikan pesan yang direkam oleh putri Floyd yang berusia 7 tahun. Tak cuma itu, ibu Chauvin juga sempat berbicara di dalam sidang.

Menanggapi vonis tersebut, pengacara keluarga Floyd menyebut hukuman itu sebagai langkah "bersejarah" Amerika Serikat menuju rekonsiliasi rasial.

"(Ini) membawa keluarga Floyd dan bangsa kita selangkah lebih dekat menuju penyembuhan dengan memberikan penutupan dan pertanggungjawaban," kata Ben Crump.

Bahkan, Presiden Joe Biden ikut buka suara terkait vonis yang diberikan kepada mantan polisi Derek Chauvin tersebut. Biden menyebut jika vonis hakim  sudah sesuai pedoman dan tepat.

"Saya tidak tahu semua keadaan yang dipertimbangkan tetapi menurut saya, di bawah pedoman, itu tampaknya tepat," ucap Joe Biden.

Keluarga George Floyd Tak Terima 

Sebelumnya, saudara laki-laki George Floyd, Terrence Floyd meminta agar Derek Chauvin dihukum lebih berat. Dia meminta agar Chauvi divonis penjara 40 tahun atas pembunuhan saudaranya itu. 

Desakan keluarga korban disampaikan dalam sidang saat Derek Chauvin bersuara dan menyampaikan bela sungkawa atas tewasnya George Floyd. Terrence meminta agar Hakim pengadilan Minneapolis, Peter Cahill memberi Chauvin hukuman yang paling keras.

Dalam persidangan itu, Terrence juga mempertanyakan tindakan Derek Chauvin saat membunuh George Floyd. Dia meminta Chauvin menjelaskan alasan pembunuhan yang memicu demonstrasi terbesar Amerika untuk keadilan rasial dalam beberapa dekade.

"Kenapa? Apa yang kamu pikirkan? Apa yang ada di kepalamu ketika lututmu di leher kakakku?" kata Terrence Floyd.

Tak menjawab pertanyaan itu, Chauvin memberi pernyataan singkat dan mengucapkan bela sungkawa kepada pihak keluarga George Floyd.

"Saya memberikan belasungkawa saya kepada keluarga Floyd," katanya. 

"Akan ada beberapa informasi lain di masa depan yang menarik dan saya harap semuanya akan memberi Anda ketenangan pikiran," tambahnya.

Topik
derek chauvinKematian George Floydkadilan rasialjoe bidenprof zubairiAmerika Serikat
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru