Usai Datangi Korban The Nine House, Dua Orang Tinggalkan Kantong Plastik, Apa Isinya?

Jun 25, 2021 14:12
Ilustrasi kantong plastik berwarna kuning. (Foto: aktualitas.id)
Ilustrasi kantong plastik berwarna kuning. (Foto: aktualitas.id)

MALANGTIMES - Terkait dua orang berinisial C dan A yang mendatangi korban penganiayaan Bos The Nine Club and Nine House Alfresco Jefrie Permana (36) yakni Mia Trisanti (38) di Persada Hospital pada hari Selasa (22/6/2021) masih menyisakan misteri. 

Pasalnya, usai dua orang tersebut mendatangi Mia Trisanti (38) terdapat sebuah kantong plastik berwarna kuning yang berada di dalam ruang perawatan korban. 

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Tim Kuasa Hukum korban yakni Leo A. Permana ketika dihubungi oleh pewarta MalangTIMES.com pada hari Jumat (25/6/2021). 

"Setelah tamu keluar dan pulang, terus Mbak Nikita masuk. Ada tas plastik kresek kuning di dalam kamar. Di sofa bed dekat kulkas di pojokan. Akhirnya Mbak Nikita telepon saya, cerita ada tamu lah tahu-tahu ada bungkusan kuning," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

"Dua orang ini inisial C dan A ketika masuk ke rumah sakit membawa tas ransel. Diduga ditaruh di dalam ransel. Terekam CCTV," imbuhnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia) Malang Raya menuturkan ketika dirinya menerima telepon dari Nikita langsung mengarahkan untuk tidak memegang kantong plastik berwarna kuning tersebut. 

Akhirnya, setelah datang ke Persada Hospital Leo pun langsung melaporkan penemuan kantong plastik berwarna kuning tersebut kepada pihak keamanan dan sudah diambil oleh pihak keamanan. 

"Jadi barang itu yang mengamankan pihak rumah sakit kemudian di hari berikutnya (Rabu, 23 Juni 2021) disita oleh polisi," ujarnya. 

Untuk isi dari kantong plastik berwarna kuning tersebut Leo mengaku bahwa pihaknya tidak pernah membuka apalagi melihat secara langsung isi kantong plastik berwarna kuning tersebut. 

"Kemarin setelah ada BAP, di foto sama polisi, ditunjukkan apakah ini barang-barang sampean, yang mana. Ditunjukkan lah sama Mia, ini dompet, SIM, Buku tabungan, handphone punyanya Mia. Yang dua handphone punyanya Nikita," tuturnya. 

Selain itu, ternyata di dalam kantong plastik berwarna kuning tersebut juga terdapat buku rekening dan ATM milik korban perampasan lainnya yakni RS dan CPS. "Ternyata ada punyanya yang kita laporkan kemarin terkait perampasan itu," katanya. 

Tapi, terkait adanya kantong plastik berwarna kuning tersebut Leo mengaku bahwa Mia dan Nikita merasa tidak menerima kantong plastik atau barang-barang yang berada di dalamnya. 

"Tapi bukan dikembalikan mas, ditaruh begitu saja. Tidak ada penyerahan. Kalau pengembalian kan ada penyerahan. Nggak bisa menggugurkan laporan perampasan," tandasnya. 

Sementara itu, pewarta MalangTIMES.com mengonfirmasi Jefrie Permana selaku pemilik dari The Nine Club and Nine House Alfresco pada hari Jumat (25/6/2021) mengenai tujuan adanya dua orang yang menyodorkan perjanjian perdamaian dan diduga membawa kantong plastik berwarna kuning masih belum mendapatkan jawaban. 

Mulai dari chat WhatsApp yang hanya dibaca kemudian ketika ditanya terkait kantong plastik berwarna kuning yang berisikan barang-barang rampasan korban hanya centang satu. Kemudian ketika ditelepon menggunakan nomor handphone biasa pun tidak tersambung dan tidak mendapatkan jawaban.

Topik
Korban Penganiayaanrumah sakit tubanpnganiayaan pegawai the nine clubagus suwoko'

Berita Lainnya

Berita

Terbaru