Sindir Kebijakan PPKM, Sujiwo Tejo: Rakyat Saja Bisa Biayai Pilpres, Pilkada, dan Pileg!

Jun 25, 2021 09:19
Sujiwo Tejo (Foto: Kompas.com)
Sujiwo Tejo (Foto: Kompas.com)

INDONESIATIMES - Kasus Covid-19 di Indonesia kini semakin meningkat. Oleh sebab itu, beberapa pihak mendesak agar Presiden Joko Widodo menerapkan lockdown sebagai upaya mengatasi kasus Covid-19. 

Namun, rupanya Jokowi tetap kekeuh untuk tidak menerapkan hal tersebut. Jokowi memastikan bahwa pemerintah memilih untuk menempuh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

PPKM ini sebagai langkah mitigasi menyikapi lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air. Jokowi juga menegaskan pemerintah tak mengambil langkah lockdown atau PSBB karena alasan beban ekonomi. 

Alasannya, PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat dalam menekan penyebaran wabah tanpa mematikan perekonomian. Selain itu, pemerintah juga berpendapat jika kebijakan lockdown membutuhkan anggaran yang tak sedikit. 

Sebab, penanganan Covid-19 perlu dibarengi dengan upaya pemulihan ekonomi. Terkait hal ini, budayawan Sujiwo Tejo memiliki pandangannya sendiri soal kaitan lockdown dan ekonomi. 

Melalui akun Twitternya, Sujiwo Tejo melontarkan pernyataan bernada satir, seolah ingin memancing logika berpikir warganet. Penulis buku Republik Jancukers itu mengatakan bahwa rakyat saja bisa membiayai lahirnya para pemimpin dan pejabat di negeri ini lewat gelaran Pemilu.

Biaya itu pun membutuhkan jumlah yang tidak sedikit.

“Rakyat bisa membiayai para pemimpin sejak biaya kelahiran mereka via Pilpres/Pilkada/Pileg dll sampai menggajinya, menunjangnya dll,” celotehnya di Twitter, Kamis (24/6/2021).

Budayawan 58 tahun itu lalu mempertanyakan mengapa kemudian para pemimpin mengeluh tidak bisa membiayai rakyatnya jika lockdown diberlakukan.

“Kenapa timbal baliknya para pemimpin tidak bisa membiayai rakyat jika lockdown dibutuhkan?” tanyanya satir.

“Adakah yang keliru dlm penalaran/alur-logikaku itu?” tambahnya.

Sujiwo Tejo mengaku sadar jika logika berpikirnya itu akan ditanggapi beragam oleh warganet. Oleh sebab itu, ia menegaskan tak akan memblok siapapun yang mencaci dirinya karena cuitan itu.

“Akun ini masih mungkin melayani buzzer kubu manapun. Yang nyerang pikiran dengan pikiran. Tidak bagi buzzer penumpang gelap kubu manapun yang nyerang pikiran dengan caci maki, fitnah framing jahat dll. Tapi tenang, akun ini tak akan ngeblok siapapun karena karma juga tidak ngeblok iblis,” tukasnya.

Topik
Kasus Covid 19Presiden Joko WidodoSujiwo Tejopenjualan minolkebijakan Pemerintah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru