Proyek LRT Disebut Diselubungi Isu Penipuan,  Wali Kota Sutiaji Beri Bantahan

Jun 24, 2021 20:51
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Rencana pembangunan megaproyek  Light Rapid Transit atau Lintas Rel Terpadu (LRT) yang dikabarkan diselubungi investasi penipuan dibantah Wali Kota Malang Sutiaji. Wali kota menegaskan, proyek besar yang digadang-gadang sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di wilayah Malang Raya itu bukan proyek abal-abal.

Sutiaji menjelaskan, sosok Pipin yang disebut-sebut sebagai seorang di balik proyek investasi abal-abal ini memang sering meminta untuk bertemu dengannya. Namun, karena adanya kesibukan, orang nomor satu di Kota Malang itu awalnya enggan menemui.

"Memang awalnya seorang yang bernama Pipin itu sudah sering ingin bertemu dengan saya. Tapi karena waktu itu saya ada kesibukan, saya masih belum bisa. Suatu ketika, dengan bantuan beberapa orang di Malang, kami temui secara singkat di salah satu hotel di Kota Malang," ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Kala itu, Sutiaji mengatakan, dirinya dan Pipin sempat ngobrol selama sekitar 10 menit. Di sela waktu ini, dirinya diajak untuk foto bersama. "Ya namanya wali kota diajak foto, masak nggak mau. Nanti dikira sombong," katanya.

Namun,  foto dirinya bersama Pipin itu malah memunculkan suatu tindakan negatif. Menurut Sutiaji, foto itu dimanfaatkan untuk sesuatu yang tidak sepantasnya. Dan kemungkinan besar berkaitan dengan proyek investasi penipuan.

"Ada indikasi dari beberapa orang, katanya sosok Pipin ini menjual menjual nama saya untuk menipu itu," ucap Sutiaji.

Terkait dengan proyek LRT yang disebut abal-abal karena seakan dari investor tipu-tipu, Sutiaji membantahnya. Ia menyatakan, investor penyumbang dana kurang lebih senilai Rp 15,7 triliun dari perusahaan asal China telah terjamin. Bahkan, dirinya pun telah melakukan komunikasi melalui Zoom dengan perusahaan tersebut.

"Mengenai proyek LRT, itu bukan perusahaan abal-abal. Itu perusahaan di China memang benar-benar ada dan saya sudah melakukan Zoom di tahun 2019. Perusahaan China ini sudah membangun beberapa LRT di Indonesia," terangnya.

Namun, seiring dengan perjalanannya, proyek LRT tersebut juga menarik perhatian pemerintah pusat. Pada  April 2021 lalu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat membicarakan pembangunan transportasi masal untuk Malang Raya.

Terkait dengan pembangunan LRT itu, Luhut berjanji membantu memfasilitasi. Sehingga, pembangunan LRT akan diambil alih mengingat sudah ada pengalaman pembangunan di Jakarta.

"Pada pertemuan lalu bersama Pak Luhut, akhirnya LRT disebut jangan menggunakan dari luar negeri. Tapi, menggunakan PT Inka. Kita buat sendiri," ungkap Sutiaji.

Di sisi lain, Sutiaji juga menyatakan bahwa perusahaan China yang sebelumnya sempat melakukan komunikasi dengan dirinya melalui Zoom itu sempat menitipkan cenderamata untuk diberikan kepadanya. Namun, ia tidak mau menerima  lantaran khawatir itu bentuk  gratifikasi. 

"Si pihak China dulu sempat menitipkan seperti suvenir atau apa ke seseorang kenalan di Malang untuk dititipkan dan diberikan kepada saya. Tapi saya ndak mau terima. Takutnya gratifikasi," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan LRT Kota Malang sempat diterpa isu tak sedap terkait adanya penipuan dalam proses investasi. Seseorang bernama Zulham Mubarak menulis bahwa seseorang bernama Pipin Aripin diduga yang telah menjadi dalang di balik dugaan penipuan tersebut.  Tulisan Zulham yang beredar di grup-grup WA itu juga menyinggung proyek Water Treatment Plan di Kota Malang. 

Topik
Proyek Water Treatment PlanWali Kota Malangwali kota sutiajiPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru