Klaster Perkampungan Bertambah, Warga Bandulan Kota Malang Terpapar Covid-19 Usai Takziah ke Bangkalan

Jun 22, 2021 16:47
Ilustrasi. (Foto: Source google).
Ilustrasi. (Foto: Source google).

MALANGTIMES- Kasus Covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Bahkan, belakangan ini klaster perkampungan cukup mendominasi jumlah lonjakan kasus saat ini yang hingga kemarin (Senin, 21/6/2021) mencapai 6.906.

Terbaru, sejumlah warga di Jl Bandulan Gang 1 F, RT 5 RW 4, Kecamatan Sukun Kota Malang. Yakni, tercatat totalnya ada 7 warga positif Covid-19 dan merupakan satu keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan, diketahuinya adanya warga yang terkonfirmasi positif tersebut pasca melakukan takziah ke wilayah Bangkalan Madura. Awalnya, hanya salah satu anggota keluarga yang dinyatakan meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19.

 "Ada keluarga yang takziah ke Bangkalan. Begitu kembali, salah satu anggota keluarga mengalami gejala, lalu periksa ke Puskesmas. Beliau ini termasuk anggota Prolanis, dan memiliki riwayat hipertensi dan diabetes," ujarnya, ditemui, Selasa (22/6/2021).

Salah satu anggota keluarga ini, kemudian menjalani perawatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yakni di RS Panti Nirmala. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 2 malam 3 hari yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia dengan hasil swab positif.

Dari situlah, kemudian dilakukan Tracing dan Testing terhadap anggota keluarganya sebanyak 9 orang dan diketahui 6 anggota keluarga dinyatakan positif Covid-19. "Lalu, kita cari keluarga besarnya. Kebetulan ada 9. Dan, 6 di antaranya hasil swab-nya postif. Keenamnya sudah kita geser ke Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard," jelasnya.

Lebih jauh, Husnul menyatakan, dari proses Tracing itu masih dilanjutkan ke orang yang kontak erat dan terdapat sebanyak 33 orang yang juga langsung dilakukan test swab antigen. Namun hasilnya sudah dipastikan negatif Covid-19.

"Kemudian siapa lagi yang terlibat dalam takziah ini kita cari lagi ternyata kemarin dapat 33. Kita jadwalkan untuk swab antigen, kemarin skitar jam 9.30 di RW 4, dari 33 semuanya negatif antigen," jelasnya.

Sementara, terkait adanya varian Covid-19 jenis baru, Husnul menyebut hingga saat ini di Kota Malang belum ada terdeteksi. Pihaknya, juga menyiapkan tim untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi secara klinis di laboratorium.

"Bilamana ada indikasi maka nanti akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui ada varian baru atau tidak," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus klaster perkampungan ini telah terjadi di beberapa wilayah di Kota Malang. Kini, sudah tercatat ada 5 klaster perkampungan kasus Covid-19.

Di antaranya, kawasan Perumahan Permata Hijau dan Bukit Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kemudian juga klaster perkampungan yang muncul di wilayah Lowokdoro Gang IV, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Lalu, Jl Tretes Selatan, RW 05, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, serta di Jl Jaksa Agung Suprapto Gang 3, RW 1 Kelurahan Rampal Celaket, Kota Malang.

Topik
izin turnamenHusnul Muarifpuskesmas proppo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru