Ingat Sejarah, FKIK UIN Malang Gelar Tasyakuran Dies Maulidiyah V, Para Pendiri Sampaikan Harapan

Jun 21, 2021 20:30
Dekan FKIK, Prof Dr dr Yuyun Yueniwati PW MKes Sp Rad(K) (2 dari kiri), Mantan Rektor UIN Malang Prof Imam Suprayogo (3 dari kiri), Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris, Mantan Rektor UIN Malang Prof Mudjia Rahardjo, (3 dari kanan) dan Dekan Pertama FKIK Prof Bambang Prof Dr dr Bambang Pardjianto Sp B  Sp BP-RE (Istimewa)
Dekan FKIK, Prof Dr dr Yuyun Yueniwati PW MKes Sp Rad(K) (2 dari kiri), Mantan Rektor UIN Malang Prof Imam Suprayogo (3 dari kiri), Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris, Mantan Rektor UIN Malang Prof Mudjia Rahardjo, (3 dari kanan) dan Dekan Pertama FKIK Prof Bambang Prof Dr dr Bambang Pardjianto Sp B  Sp BP-RE (Istimewa)

MALANGTIMES - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, menggelar Tasyakuran Dies Maulidiyah V atau merupakan Lustrum ke 1 FKIK. Dalam Dies Maulidiyah V itu, mengambil tema "Dengan Bismillah kita bangun peradaban Islam bidang kesehatan".

Dekan FKIK, Prof Dr dr Yuyun Yueniwati PW MKes Sp Rad(K) menjelaskan, jika tujuan utama dalam kegiatan ini tentunya merupakan sebuah upaya untuk terus mengingat sejarah terkait berdirinya FKIK yang penuh dengan perjuangan para pemimpin terdahulu.

23

"Seperti yang dipesankan para pendiri, mendirikan fakultas (kedokteran) itu kan susah, makanya harapannya harus dirawat," terang Dekan yang ramah ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, selaras dengan tema Dies Maulidiyah V, kedokteran merupakan ilmu yang berasal dari Islam. Karena itu, pihaknya ingin mengajak seluruh unsur Fakultas Kedokteran untuk dengan bismillah membangun peradaban islam dibidang kesehatan.

"Bismillah sendiri merupakan tagline FKIK, "Building an Integrative Sciences of Medicine and Islam Holistically". Sesuai tema yang diambil, kami mengintegrasikan Islam dan kedokteran untuk membangun peradaban dibilang kesehatan," paparnya. 

2

Fathia Faza Rahmadanita, selalu ketua panitia kegiatan tasyakuran menambahkan, jika dalam kegiatan juga menghadirkan para pendiri FKIK seperti, Dekan pertama FKIK Prof Dr dr Bambang Pardjianto Sp B  Sp BP-RE, kemudian Mantan Rektor UIN Malang Prof Imam Suprayogo dan juga Prof Mudjia Rahardjo.

"Untuk kegiatan di buka juga oleh Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris, dilanjutkan dengan pemutaran video sejarah FKIK dilanjutkan dengan refleksi dari para pendiri FKIK dan civitas akademika baru dilanjutkan dengan pemotongan Tumpeng," jelasnya.

4

Sementara itu, dalam sambutannya, Prof Mudjia Rahardjo menyampaikan agar pemimpin saat ini dan seluruh unsur untuk terus merawat FKIK. Sebab, dalam upaya pendirian FKIK penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. 

"Karena itu harus benar-benar dirawat. Jangan sampai ada titipan-titipan agar tidak mengecewakan yang memberikan mandat maupun masyarakat. Saya sendiri sebagai yang turut memprakarsai berdirinya ini, cukup senang melihat perkembangan saat ini. Mudah-mudahan Prof Yuyun bisa meneruskan ini," jelasnya.

Prof Dr dr Bambang Pardjianto Sp B  Sp BP-RE, menambahkan, pihaknya berharap diusia lima tahun ini, FKIK UIN Maliki Malang bisa berkembang pesat dalam segala sisi. Dengan fasilitas, sarana prasarana  dan SDM yang memadai, pihaknya yakin FKIK bisa berlari cepat sesuai dengan harapan.

"FKIK punya cita-cita yang tinggi, yakni menggabungkan ilmu kedokteran dan agama menjadi kenyataan. Itu mimpi kita," paparnya.

Disisi lain, dalam sambutan, Prof Imam Suprayogo menceritakan sejarah panjang berdirinya FKIK UIN mulai sejak awal dirinya memimpin. Dirinya mengungkapkan, jika berdirinya FKIK memang butuh perjuangan berat dan perdebatan dengan banyak pihak.  

" Di usia yang ke 5 ini, saya ucapkan terima kasih pada semua berkenan memanajemen lembaga yang sudah kita harapkan ini dengan baik," terangnya.

1

Pihaknya berharap, FKIK UIN Maliki Malang bisa menjadi sebuah Fakultas yang turut mendorong UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi yang Islam yang terbesar, bahkan diharapkan bisa mengalahkan Al Azhar.

Kita harus bersaing, sampai hari ini PT Islam terbesar adalah Al-Azhar. Maka saya kasih waktu hanya 30 tahun.  Setelah itu (Al-Azhar) jangan ngaku lagi. Karena akan disaingi oleh UIN.  Mau saya menang (bisa unggul) karena kedokteran ini, sehingga jadi PT kelas dunia," pungkasnya.

Topik
UIN Maliki MalangFKIK UIN Maliki Malangklaster takziah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru