Pertama di Jatim, Kota Malang Miliki Aplikasi Pendeteksi Penyakit Hewan

Jun 21, 2021 11:28
Serah terima aplikasi Redivet dari Diskominfo Kota Malang kepada Dispangtan Kota Malang. (Foto: Istimewa)
Serah terima aplikasi Redivet dari Diskominfo Kota Malang kepada Dispangtan Kota Malang. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Inovasi-inovasi pelayanan terus dihadirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Kali ini, untuk yang pertama  di Jawa Timur, Kota Malang memiliki aplikasi khusus pendeteksi penyakit hewan.

Aplikasi tersebut diberi nama Redivet atau Rekam Medis Veteriner. Aplikasi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan guna mempermudah akses dalam mendeteksi penyakit.

Kepala Diskominfo Kota Malang M. Nur Widianto mengatakan, aplikasi ini akan mempermudah dalam melakukan pelayanan terhadap pasien. Aplikasi juga dapat digunakan untuk melihat tren persebaran penyakit yang menyerang hewan, terutama hewan peliharaan masyarakat Kota Malang.

"Adanya aplikasi Redivet ini sangat membantu, terutama untuk pendataan pasien dan pencatatan rekam medis pasien di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Selama ini rekam medis pasien masih menggunakan dokumen fisik," ujarnya.

Aplikasi Redivet diserahterimakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.

Lebih jauh, Plt Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni menambahkan, melalui aplikasi Redivet, nantinya setiap masyarakat dapat mengetahui data penyakit hewan dari pemeriksaan di tempat praktik dokter-dokter hewan yang ada di Kota Malang.

Hanya, penggunaan aplikasi Redivet saat ini diawali secara terbatas. Yakni, di pusat Puskeswan. Ke depan, ia berharap hal ini untuk bisa terus dikembangkan untuk digunakan secara umum.

"Sehingga masyarakat dapat ikut andil menggunakan aplikasi Redivet ini, terutama pengaduan masyarakat terkait penyakit yang diderita hewan peliharaan dan atau hewan ternak," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan apresiasinya atas inovasi-inovasi yang dibuat oleh perangkat faerah (PD) di lingkup Pemkot Malang dengan tetap terintegrasi dengan Diskominfo Kota Malang.

Ke depan, Sutiaji mengharapkan hal ini mampu memberikan proses bisnis dan pengembangan pengelolaan data. Hal ini bagian dari langkah integrasi (aplikasi), sekaligus efisiensi anggaran.

"Saya apresiasi dengan teebangunnya aplikasi Redivet ini. Juga saya sudah perintahkan perangkat daerah, tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri melalui jasa vendor. Serahkan kepada Diskominfo Kota Malang," ungkapnya.

Topik
Perssu SumenepDiskominfo Kota Malangdispangtan kota malangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru