21 Juni Diperingati debagai Hari Musik Dunia, Begini Sejarahnya

Jun 21, 2021 07:58
Turntable portable sedang memutarkan lagu dari White Shoes and The Couples Company (WSATCC). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Turntable portable sedang memutarkan lagu dari White Shoes and The Couples Company (WSATCC). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

INDONESIATIMES - Tiap hari mungkin kita selalu mendengarkan musik. Tapi, meski akrab sekali dengan musik, bisa jadi hanya sedikit yang tahu arti musik.

Dalam Kamus Bahasa Besar Indonesia (KBBI), musik merupakan ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinas, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. 

Makhluk hidup  tidak terlepas dari apa yang namanya musik. Jika mengacu pada KBBI tersebut, musik memiliki arti luas. Dalam bernegara dan bermasyarakat pun, musik dapat menyatukan kita semua. Contohnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dari berbagai ras, suku, budaya dan agama yang ada di negara ini. 

Terlebih lagi dengan perkembangan zaman, musik dapat menyatukan penikmat dari berbagai kalangan usia. Mulai dari yang muda hingga yang tua dapat duduk bersama menikmati musik dari berbagai genre, seperti jazz, keroncong, pop, rock, metal, ska, punk, rnb, grunge, hingga dangdut. 

Tapi tahukah Anda bahwa setiap tanggal 21 Juni diperingati sebagai Hari Musik Dunia? Sejarah proses panjang gagasan persiapan Hari Musik Dunia tersebut bermula di Prancis sekitar medio tahun 1975 hingga 1982. 

Pada tahun 1975, ada pemusik bernama Yehudi Menuhin yang memiliki ide dan gagasan untuk membuat kegiatan International Music Day. Lalu, bekerja sama dengan event International Music Council, Yehudi Menuhin yang juga merupakan pemain biola mulai mengusulkan pada tanggal 1 Oktober 1975 ditetapkan sebagai International Music Day. 

Usulan tersebut didasarkan oleh asumsi untuk promosi seni musik kepada berbagai kalangan masyarakat. Namun, hingga sampai saat ini, kegiatan International Music Day tidak pernah tersosialisasikan. Usulan tersebut merupakan sekilas sejarah awal lahirnya Hari Musik Dunia. 

Lalu, lahirnya Hari Musik Dunia mulanya muncul dari gagasan seorang musikus asal Amerika bernama Joel Cohen. Tahun 1976, Cohen mengusulkan agar terdapat perayaan pentas musik sepanjang malam. Gagasan tersebut pun sempat tertunda yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh Direktur Musik serta Tari Maurice Fleuret. 

Setelah melalui proses panjang, akhirnya gagasan tersebut diajukan kepada Menteri Kebudayaan Prancis yang saat itu dijabat  Jack Lang. Pengajuan gagasan ini dilakukan pada tahun 1981. Waktu tersebut tepat lima tahun setelah Joel Cohen mengusulkan adanya pentas musik sepanjang malam.

Setelah melalui berbagai macam pertimbangan, pengajuan tersebut disetujui. Dan pada tahun 1982, acara Hari Musik Dunia pertama digelar di Prancis dengan mengusung tema "Fete de la Musique". Perayaan tersebut sangat meriah dan digelar serentak di 120 negara seluruh dunia. Sejak perayaan pertama itulah, setiap  21 Juni diperingati sebagai Hari Musik Dunia. 

Sementara itu, tujuan diadakannya Hari Musik Dunia ini untuk mendorong para musisi amatir dan profesional bersama-sama untuk main di jalanan. Serta, agar banyak konser gratis yang diselenggarakan untuk menampung semua musikus dari berbagai genre untuk dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di penjuru dunia. 

Sebagai informasi, Indonesia sendiri memiliki Hari Musik Nasional yang diselenggarakan setiap  9 Maret. Penentuan tanggal tersebut diambil dari tanggal lahir Wage Rudolf Soepratman yang telah menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hari Musik Nasional pertama diresmikan pada 9 Maret 2013 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013.

Topik
Hari MusikHari MusikBLT Ketenagakerjaan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru