Fakta Terbaru, Dua Karyawan Lainnya Turut Jadi Korban Perampasan Bos The Nine House

Jun 20, 2021 09:58
Koordinator tim kuasa hukum Mia Trisanti, yakni Leo A. Permana (baju batik), saat berada di Persada Hospital usai melihat kondisi korban penganiayaan oleh bos The Nine House, Jumat (18/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Koordinator tim kuasa hukum Mia Trisanti, yakni Leo A. Permana (baju batik), saat berada di Persada Hospital usai melihat kondisi korban penganiayaan oleh bos The Nine House, Jumat (18/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada fakta baru terkait penganiayaan yang dilakukan Jeffry, pemilik The Nine House Alfresco Jalan Tangkuban Perahu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, terhadap karyawan bagian purchasing bernama Mia Trisanti (38).

Koordinator tim kuasa hukum korban, yakni Leo A. Permana, mengatakan, selain mengawal proses hukum terkait penganiayaan oleh Jeffry terhadap Mia, pihaknya juga  segera membuat aduan terkait perampasan yang dialami  tiga orang lainnya. Mereka itu dua orang karyawan dan satu orang dari luar The Nine House Alfresco.

"Kami akan membuat laporan kembali. Insya Allah hari Senin kami akan membuat pengaduan terkait perampasan yang dilakukan Jeffry dan dua orang sekuritinya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (20/6/2021).

Berdasarkan pengakuan para korban, Jeffry bersama dua  sekuriti The Nine telah merampas beberapa barang-barang berharga disertai ancaman kekerasan. Yang dirampas antara lain  handphone, SIM (surat izin mengemudi), KTP (kartu tanda penduduk), dompet, dan buku rekening.

"Punyanya Mbak Mia, Mbak Nikita, dan ada dua orang lagi karyawan. Inisialnya F dan I, sebut saja Mawar dan Melati. Jadi tiga karyawan. Serta satu orang luar. Ini ada perampasan disertai pengancaman kekerasan," beber Leo.

Pria yang juga menjabat ketua DPC Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) Malang Raya ini memilih tidak membuka ke publik terkait  identitas dua tambahan korban perampasan yang juga merupakan karyawan The Nine House Alfresco. "Nanti namanya kami sebutkan pada Senin. menyusul lah, Mas. Sementara saya rahasiakan. Takutnya nanti dia diintimidasi kalau disebutkan," ujarnya.

Hingga sampai saat ini, barang-barang berharga milik Mia, Nikita, dan dua orang karyawan lainnya itu belum dikembalikan kepada yang bersangkutan oleh pihak The Nine House Alfresco. "Barang-barang yang dirampas sampai hari ini tidak dikembalikan," ucap Leo.

Pihak kuasa hukum pun berharap agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan dan perampasan yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan. Sebab, di mata hukum, semuanya sama.

"Derajatnya sama di mata hukum. Yang penting saya berharap penyidik Kepolisian Resor Kota Malang profesional, akuntabel, dan transparan dalam pemeriksaan hal ini," kata Leo.

Sementara itu, dalam pengawalan kasus ini, tim  DPC Ikadin Malang Raya menerjunkan setidaknya 12 pengacara. Leo mengatakan bahwa pihaknya merupakan lembaga bantuan hukum (LBH) yang konsen pada pembelaan prodeo.

"Jadi, kami di sini memang cuma-cuma. Mengapa kami turunkan satu full team? Karena dengar dari korban bahwa diduga pelaku ini selalu menyatakan bahwa dirinya kebal hukum. Tidak ada yang bisa menyentuh saya. Itu yang disampaikan beberapa saksi yang juga menjadi klien kami hari ini," ujarnya.

Selain dengan penyidik, DPC Ikadin Malang Raya juga akan mencoba berkoordinasi dengan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto terkait pengawalan kasus tersebut. "Di bawah kepemimpinan Pak Budi Hermanto, kami yakin tidak mungkin akan membela. Dalam arti ada gap si kaya dan si miskin. Kita tahu pasti beliau konsen dalam pembelaan dan penegakan hukum," pungkasnya.

Apa tanggapan Jeffry? Ketika dikonfirmasi, belum ada jawaban dari Jeffry. Saat dihubungi nomor teleponnya, hanya terdengar nada sambung tapi tidak diangkat. Pesan WA yang dikirim juga belum dibalas.

Sebelumnya, Jeffry dilaporkan ke polisi karena menganiaya Mia, karyawan The Nine. Kerabat Mia, yakni Nikita, juga turut dianiaya. Namun, Jeffry berkilah lebam-lebam di tubuh Mia karena terbentur lemari.

Topik
Penganiayaan karyawanDPC Ikadin Malang RayaPolresta Malang Kotaangka positif covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru