IGMO Luncurkan Peace of Night, Ceritakan Romantisme Perkopian dan Tongkrongan

Jun 20, 2021 09:02
Para personel IGMO. (Foto: Dok. IGMO)
Para personel IGMO. (Foto: Dok. IGMO)

JATIMTIMES - IGMO, amunisi hard rock dari Kota Kediri, terus berkarya di tengah terpaan wabah covid-19 yang tak kunjung lenyap.

Kali ini IGMO meluncurkan sebuah single terbaru yang bertajuk "Peace of Night". Sebelumnya, IGMO juga telah melepas dua single bertajuk "Head on Fire" dan "Awesome".

Single terbaru ini menceritakan romantisme perkopian dan menjadi sebuah ide untuk tongkrongan serta gelas-gelas kopi yang tak lekang ditelan oleh zaman.

Dalam single "Peace of Night", IGMO mencoba cooling down dengan menyajikan sebuah nada-nada rock and roll bernuansa southern rock yang sentimentil.

Kuartet hard rock yang diperkuat oleh Pradio Manggara Putra (vokal, gitar), Iga Dahana (gitar), Muhammad Anggra (bas) dan Ilham Bintang (drum) ini terinfluens oleh ragam nada Wolfmother, Led Zeppelin, serta unit-unit rock pada medio tahun 1970-an lainnya.

Bernuansa lebih kalem dari rilisan sebelumnya, single "Peace of Night" dari  kuartet hard rock asal Kota Kediri ini juga sudah bisa dinikmati di berbagai gerai digital. Video musiknya pun sudah bisa disaksikan di YouTube.

Video musik dari "Peace of Night" dikemas seperti dua single video musik sebelumnya. Yakni melibatkan kawan-kawan sekitar untuk berkontribusi dalam pembuatan video musik "Peace of Night". Kali ini, IGMO meminta kawan-kawan untuk merekam kebersamaan saat nongkrong bersama.

"Jadi, benar-benar mentah. Dari handphone teman-teman, terus kami compile jadi satu, biar terasa tongkrongannya," ungkap Anggra, Minggu (20/6/2021).

Lagu bernadakan southern rock dari IGMO ini ditulis oleh Pradio Manggara Putra. Dio -sapaan akrabnya- mengaku bahwa dalam membuat karya "Peace of Night" terinspirasi dari lagu-lagu southern rock 1970-an seperti Lynyrd Skynyrd and Allman Brothers Band yang memang menjadi bahan dengarnya sehari-hari.

Artwork Peace of Night.

Pemaknaan "Peace of Night" sendiri mengenai romantisme tongkrongan dan perkopian. "Ngopi adalah budaya yang enggak akan pernah mati. Satu escape sejenak dari rutinitas, pekerjaan dan hal-hal yang menyita waktu pagi dan siang kita," ujarnya.

Ia pun mengaku bahwa  melihat sebuah meja kopi di tiap-tiap tongkrongan membuat semua orang setara. "Ketika duduk semeja, kita bebas ngobrol ngalor ngidul. Nggak peduli label, status, hingga pekerjaanmu," tambahnya.

Dalam pengerjaan artwork, Pucatpena kembali didapuk untuk mengerjakan artwork dari "Peace of Night". Pria yang memiliki nama asli Uzed ini merupakan seorang visual artist asal kota Malang yang telah melahirkan artwork berbagai band, baik dalam maupun luar Indonesia.

Karya-karyanya pernah menghiasi rilisan Frontxside (Makassar), Tamra (Jakarta), Matiasu (Jakarta), Hermit’s Weedsom (Prancis), The Galactoids (USA), Con (Australia) dan masih banyak lagi.

Single terbaru "Peace of Night" merupakan materi ketiga yang akan masuk dalam "Take It Over", album debut IGMO yang akan dirilis tahun ini. Seperti materi lain dalam album tersebut, lagu ini direkam, di-mixing dan di-mastering oleh Yasa Wijaya di Vamos31 Record Studio, Malang.
 

Topik
IGMOKasus bos karaoke The NineTeknologi belajar bahasa asing

Berita Lainnya

Berita

Terbaru