Konflik Israel-Palestina Berbuntut Panjang, Kini Seret Indonesia, Malaysia, hingga Brunei

Jun 19, 2021 08:38
Dampak konflik Palestina dan Israel. (Foto: Demokracia)
Dampak konflik Palestina dan Israel. (Foto: Demokracia)

INDONESIATIMES - Konflik antara Israel dan Palestina rupanya berbuntut panjang. Dikabarkan kini Israel menuding pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Brunei tak jujur soal konflik Gaza. 

Namun, memanggapi tudingan itu, pemerintah Indonesia pun balik menuding Israel. Indonesia menyebut Israel tak jujur soal akar permasalahan yang sebenarnya. 

Tudingan awalnya dilontarkan Israel melalui Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni.  Karni menyebut pemimpin  negara-negara mayoritas muslim di Asia Tenggara tersebut tidak jujur dan mengabaikan sifat asli konflik antara Israel dan Palestina. Ia mengatakan konflik yang terus memanas itu sebenarnya antara Israel dan Hamas. Bukan antara Israel dan warga Palestina. 

"Hamas adalah organisasi anti-Semit.... Saya tidak yakin orang-orang yang berpartisipasi dalam debat di media sosial benar-benar memahami sifat radikal dan fasis Hamas," ujar Karni. 

Lebih lanjut, Karni menyatakan pihaknya bersedia berdialog untuk membangun hubungan dengan Indonesia dan negara-negara lain. Menurut dia, sudah sepatutnya Indonesia menjalin hubungan dengan Israel untuk lebih memahami akar permasalahan yang sebenarnya.

"Kami bersedia berbicara, kami bersedia bertemu, dan pintu terbuka sejauh yang kami ketahui. Saya tidak berpikir begitu sulit untuk menemukan kami," katanya.

Terkait tudingan Israel itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia langsung buka suara. Kemenlu membantah tudingan tersebut. 

 Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan akar permasalahan konflik tersebut adalah penjajahan Israel atas Palestina.  "Akar permasalahan atau root causes-nya adalah pendudukan Israel di wilayah Palestina," ujar Faizasyah. 

Oleh sebab itu, menurut Faizasyah, pemerintah Israel-lah yang harus jujur mengakui akar permasalahan yang sebenarnya. Lagi pula, lanjut Faizasyah, Hamas merupakan bagian dari bangsa Palestina. Mereka tentu berupaya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari pendudukan Israel.

"Hamas adalah bagian dari bangsa Palestina yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari pendudukan Israel," tandasnya. 

Topik
Shimon PeresDuta Besar Israel di SingapuraGofal Hilman

Berita Lainnya

Berita

Terbaru