Di Tempat Peribadatan Tukang Jahit di Kota Batu Lakukan Pelecehan Seksual, Korbannya 6 Anak

Jun 18, 2021 16:52
Tersangka M saat dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Batu, Jumat (18/6/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tersangka M saat dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Batu, Jumat (18/6/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Dugaan pelecahan seksual terhadap anak rupanya sedang marak di wilayah Kota Batu. Kali ini dugaan pelecehan seksual kembali terjadi, pelakunya diduga seorang tukang jahit di Kecamatan Batu.

Hal tersebut terungkap setelah orang tua korban bersama korban melaporkan kejadian dugaan kekerasan seksual ke Polres Batu. Korban melaporkan kejadian tersebut terjadi bulan Mei lalu.

Kemudian Polres Batu melakukan pendalaman yang  melibatkan keterangan ahli psikolog. Kasat Reskrim Polres Batu Ajun Komisaris Jeifson Sitorus mengatakan, setelah menginterogasi pria berinisial M yang ditetapkan sebagai tersangka, terkuak perbuatan tak berakhlak dan kejinya terhadap anak.

Tersangka ternyata sudah melakukan pelecehan berulang-ulang dalam kurun waktu bulan April lalu. Korban perbuatannya sejumlah enam anak. Bahkan tersangka melakukan aksinya itu di tempat peribadatan.

“M ini melakukan hal tersebut secara spontan saat suasananya dirasa sudah aman. Saat itu ketika korban berebut takjil hidangan buka puasa,” kata Jeifson, Jumat (18/6/2021).

M ditetapkan sebagai tersangka setelah Polres Batu menemukan dua alat bukti yang menunjukkan pelecehan seksual setelah dilakukan visum terhadap korban. Bahkan penyidik juga menemukan fakta-faktanya.

“Saat ini pelaku M statusnya sudah tersangka. Dan saat ini pelaku berinisial M sudah ditahan di Polres Batu,” tambah Jeifson.

Sementara pada Jumat, pihak penyidik masih meminta sejumlah keterangan kepada tersangka di Polres Batu. M datang dengan menggunakan pakaian batik, dengan celana kain panjang berwarna hitam dilengkapi dengan peci dan bermasker.

Atas perbuatannya itu M bisa dijerat Pasal 82 UU 35 tahun 2014 perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman selama 5 hingga 15 tahun.

Sebagai informasi, dengan adanya kasus tersebut Polres Batu membuka pengaduan online  untuk kasus-kasus dugaan kekerasan seksual, setelah diawali dengan adanya kasus di SPI Kota Batu.

Topik
Pelecehan seksualpelecehan seksual di kota batuvaksinasi di kota madiunPolres Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru