Kesaksian Korban Dugaan Kekerasan Seksual SMA SPI Kota Batu, Aksi Bejat Terjadi di Sekolah hingga Luar Negeri

Jun 18, 2021 15:34
Dua korban bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak. (Foto: screenshot Komnas TV Anak)
Dua korban bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak. (Foto: screenshot Komnas TV Anak)

BATUTIMES - Dua korban dari 14 korban dugaan kekerasan seksual, fisik, dan ekploitasi ekonomi SMA SPI Kota Batu memberikan kesaksiannya melalui channel youtube Komnas TV. Ke dua korban menceritakan bagaimana terduga pelaku yaitu JEP yang merupakan pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu yang saat melakukan aksinya. JEP sendiri saat ini sudah dilaporkan ke Polda Jatim.

Ke dua korban itu tampil dengan menggunakan hijab berwarna hitam, bermasker, dilengkapi dengan kacamata berwarna hitam. Salah satu dari saksi mengungkapkan ingin bersuara atas apa yang telah dialaminya itu adalah nyata.

“Saya ingin bersuara karena selama ini saya merasa bahwa saya menderita dan itu sungguh nyata, karena pengalaman itu sudah saya alami semenjak saya masih sekolah,” katanya.

Kejadian itu mulai menimpanya sejak tahun 2009 silam, berlanjut tahun 2010 hingga 2011. Ia mendapatkan perlakuan kekerasan seksual dari JEP di lingkungan sekolah.

“Jadi mulai dari tahun 2009 saya pernah mengalami perlakuan itu dari JEP, 2010 dan 2011 di lingkungan sekolah juga,” tambahnya sambil mengangkat tangannya.

Bahkan kejadian tersebut berlangsung di Transformer Center SPI Kota Batu. Berlanjut hingga korban diajak JEP ke luar negeri.

“Di sana juga ada sebuah kayak Transformer Center, di situ saya pernah diajak untuk melakukan hal-hal itu kepada saya si JEP bahkan sampai ke luar negeri,” jelasnya.

Modusnya saat beraksi adalah ia dipanggil oleh JEP untuk diajak mengobrol atau diberi motivasi. Ia mendapatkan motivasi dan memujinya memiliki bakat kepemimpinan yang bagus.

“Modusnya awal pendekatan kami sebagai timnya dipanggil diajak untuk ngobrol istilahnya dimotivasi. Kamu nanti akan bisa menjadi pemimpin besar di tempat ini karena koko melihat kamu memiliki bakat leadership yang bagus,” lanjutnya.

Bahkan saat melakukan aksinya ia diiming-iming berbagai hal. Mulai dari menjadi pemimpin di sekolah tersebut, diberi tanah, hingga menikmati kemewahan seperti yang dinikmati oleh JEP.

“Koko akan membantu kamu, akan didik kamu, nah disitu setiap seringkali ketemu atau memanggil saya modus di awal seperti itu. Si JEP juga bertanya keluarga apa yang bisa koko bantu,” imbuhnya.

Merasa tersanjung terlebih ia mengagumi dan mengidolakan sosok JEP, membuat korban tidak pernah menaruh curiga. Sampai akhrinya JEP mulai melangsungkan aksinya dengan mulai mencium kening, pipi kanan dan kiri, hingga terjadilah kekerasan seksual.

“Kemudian lama kelamaan saya tiba-tiba mulai dicium kening, pipi kanan-kiri disitu mulai agak kaget, disitu beliau peluk saya dan mengatakan saya sayang sama kamu seperti itu. Dikatakan berulang kali,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut membuat korban mengalami trauma. Karena hal tersebut tidak ingin terjadi pada siswa lainnya, sehingga ia melaporkan kepada Polda Jatim.

“Dan saya merasa bahwa mengalami trauma yang amat dalam dan ternyata saya melihat benar-benar adik-adik saya juga mendengar dari mereka mengalami hal yang sama,” tutupnya.

Topik
Kekerasan SeksualDugaan Kekerasan Seksualalumni sma spi kota batuPolda JatimKorban Kekerasan Seksual

Berita Lainnya

Berita

Terbaru