Cegah Penyakit Karena Faktor Lingkungan, Ini Sederet Upaya yang Dilakukan Pemkot Malang!

Jun 18, 2021 13:59
Petugas Dinkes yang tengah melakukan pengecekan di laboratorium (Ist)
Petugas Dinkes yang tengah melakukan pengecekan di laboratorium (Ist)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang sebagai leading sektor, terus melakukan upaya preventif, promotif, dan kuratif untuk mencegah penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor lingkungan. 

Sebab, faktor lingkungan, khususnya lingkungan yang tak sehat turut menjadi salah satu penyumbang adanya wabah penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa saja berawal dari makanan, udara, limbah dan lainnya. 

“Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan hingga saat ini. Jenis penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh virus seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulosis (TBC), diare, polio, campak, dan kecacingan,” terang Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES, Jumat (18/6/2021).

1

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan. Sehingga menjamin kesehatan dari manusia maupun lingkungan itu sendiri.

Lebih lanjut dijelaskannya, penyakit berbasis lingkungan sendiri merupakan suatu kondisi patologis berupa kelainan fungsi atau morfologi suatu organ tubuh yang disebabkan oleh interaksi manusia dengan segala sesuatu di sekitarnya yang memiliki potensi penyakit.

Namun belum cukup itu saja, faktor lingkungan yang tak sehat bisa menyebarkan penyakit kepada binatang, dan bahkan berpotensi juga menular ke manusia. Untuk penyakit 
yang rentan dan seringkali ditemui pada binatang seperti flu burung, pes, dan anthrax. Kemudian penyakit yang disebabkan oleh vektor nyamuk, di antaranya demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan malaria.

“Faktor yang menunjang munculnya penyakit berbasis lingkungan adalah ketersediaan dan akses terhadap air yang aman, akses sanitasi dasar yang layak, penanganan sampah dan limbah, vektor penyakit dan perilaku masyarakat. 
Paradigma mengobati harus mulai diubah ke pencegahan,” sambungnya.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan guna meminimalisir penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yaitu melalui makanan, udara, limbah, vektor, dan tempat-tempat umum yang terkelola dengan baik. 

Dalam aspek makanan, Dinkes Kota Malang membuat pelatihan atau penyuluhan penjamah makanan (orang yang mengoperasikan makanan). Melalui kegiatan ini nantinya chef, koki, dan semua peserta yang mengikuti akan mendapatkan sertifikat. 

Dengan pelatihan ini, tentunya mereka mempunyai pemahaman tentang bagaimana membuat dan menyajikan makanan yang baik dan benar, sehingga benar-benar terjamin kebersihan makanan yang disajikan.

"Petugas sanitarian di setiap puskesmas yang memiliki latar belakang kesehatan lingkungan untuk melakukan inspeksi langsung ke tempat pengolahan makanan," bebernya.

Air juga menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan. Seperti diketahui Perumda Tugu Tirta  dan juga Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) menjadi penyelenggara air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini tercatat ada 42 dan tersebar di lima kecamatan. Seluruhnya dalam kondisi baik.

2

“Dinkes melakukan pengawasan kualitas air dan inspeksi langsung, serta memberikan pembinaan seperti alat penyaringan yang baik seperti apa, bagaimana cara mengemas air minum,” bebernya.

Dalam aspek udara, Dinkes Kota Malang fokus pada kesehatan udara ruang, seperti pada fasilitas kesehatan, pasar, hotel, sekolah dan lain-lain. Pihaknya akan mengawasi dari sisi mikro biologi, yaitu kandungan bakteri dalam udara, kecepatan angin, dan kelembaban udara. Sedangkan dalam aspek penyehatan tempat-tempat umum dan pemukiman, dilakukan edukasi tentang rumah dan pemukiman yang memenuhi sanitasi dasar atau rumah sehat.

“Untuk aspek vektor binatang, Dinkes melakukan edukasi dan pengendalian vektor di rumah dan lingkungan. Pengendalian vektor ini termasuk pembasmian, penangkapan dan pengendalian,” pungkasnya.

Topik
Penyakit berbahayaDinkes Kota MalangKota Malangpenanggulangan penyakit menular

Berita Lainnya

Berita

Terbaru