Nelangsanya Hati Lihat Anak Perempuan Dianiaya Bos Karaoke di Kota Malang, Sang Bapak Tuntut Keadilan!

Jun 18, 2021 13:42
Korban perempuan berinisial MT (tengah) usai membuat laporan kepolisian di Mapolresta Malang Kota, Jumat (18/6/202) dini hari. (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Korban perempuan berinisial MT (tengah) usai membuat laporan kepolisian di Mapolresta Malang Kota, Jumat (18/6/202) dini hari. (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang bos karaoke dan restoran di Kota Malang berinisial J, orang tua korban bernama Yoseph pun buka suara dan menuntut keadilan hukum terhadap kasus penganiayaan yang menimpa anaknya itu. Pasalnya, putrinya yang yang bekerja di bagian purchasing berinisial MT (36) tersebut mengalami trauma dan luka cukup serius.

Terlebih lagi, di berita sebelumnya disebutkan bahwa pada saat J menganiaya MT, terduga pelaku sempat mengaku bahwa dirinya kebal hukum.

"Saya selaku orang tua menuntut keadilan seadil-adilnya bahwa di negara kita tidak ada manusia yang kebal hukum," tegasnya kepada MalangTIMES.com saat ditemui di Polresta Malang Kota, Jumat (18/6/2021).

Dengan suara parau layaknya menahan amarah dan kesediah, dirinya menjelaskan kronologis terkait dibawanya MT dari kediamannya menuju ke sebuah tempat. Di mana diduga tempat tersebut menjadi lokasi penganiayaan oleh J bersama rekannya yang lain kepada MT.

"Pada waktu dijemput saya tidak ada, saya keluar sama ibunya. Jadi yang ada disana itu anak saya nomor tiga. Yang dirumah N (29) sama MT. Kemudian yang dijemput MT sendiri. Kemudian jam 4 sore itu N dijemput. Enggak bareng. Yang jemput security pakai mobil," jelasnya.

Dirinya mengaku mengetahui MT tidak berada di rumah ketika sudah pulang ke rumah. Sedangkan yang mengetahui peristiwa penjemputan MT tersebut adalah anak Yoseph yang pertama.

"Anak saya nomor satu pas pulang kerja mampir ke rumah. Tahu waktu N anak nomor tiga saya dijemput. Bahwa MT  jam 1 dijemput duluan kemudian N jam 4 sore dijemput," katanya.

Lantas, Yoseph pun menanyakan alasan apa yang membuat MT dan N dijemput oleh pihak karaoke dan restoran di mana MT bekerja. Pasalnya N bukan karyawan dari karaoke dan restoran tersebut.

"Saya tanya ke N saat di Polresta malam itu. Hubungannya apa kamu kok dijemput. Kamu kan bukan karyawan, kok kamu dijemput. Karena buka ATM saya, saya itu menerima fee Rp 1 juta dari suplier. Enggak tahunya itu bukan uang fee tapi uang pinjam," bebernya.

Karena, dikatakan Yoseph setelah menanyai N dan MT, bahwa antar suplier dengan MT sudah kenal lama. Dan pinjaman uang itu ditransfer. Hal itu lah yang dipersoalkan oleh bos karaoke dan restoran berinisial J yang di mana MT dianggap telah menggelapkan uang dari karaoke dan restoran.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, MT diduga mendapatkan pemukulan, penendangan dan penjambakan yang dilakukan oleh J selaku bos karaoke dan restoran. Ketika mendapatkan tindakan kekerasan tersebut, MT mengaku dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.

Selain J yang menganiaya MT, berdasarkan penuturan MT salah satu security yang akrab dipanggil Mamat juga memukul dirinya di bagian dada dan pinggang. Usai mendapatkan penganiayaan tersebut, MT tidak dapat berkomunikasi dengan siapapun. Pasalnya, handphone milik MT dirampas dan ia tidak boleh bertemu siapapun.

Lalu pada hari Kamis (17/6/2021) sekitar pukul 10.45 WIB hingga pada hari Jumat (18/6/2021) sekitar pukul 01.54 WIB baru korban MT keluar dari ruangan pemeriksaan. Setelah itu beranjak ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk menjalani visum.

Topik
Kasus Penganiayaanpenanggulangan penyakit menularKota Malangtindakan kriminaldugaan penganiayaan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru