Israel Klaim Diserang Balon Api Lagi setelah Gempur Gaza hingga Bentrokan di Pawai Yahudi

Jun 17, 2021 09:40
Dampak konflik Palestina dan Israel. (Foto: 5NEWS)
Dampak konflik Palestina dan Israel. (Foto: 5NEWS)

INDONESIATIMES - Konflik antara Israel dan Palestina rupanya belum berakhir. Bahkan belakangan ini serangan antara kedua negara kembali terjadi. 

Militan Palestina disebut kembali melancarkan serangan balon api dari Jalur Gaza pada Rabu (16/6/2021) sore waktu setempat. Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah Isreal menggempur wilayah tersebut dari udara pada Rabu pagi.

Dilansir melalui AFP, serangan udara di daerah kantong Palestina di Gaza ini adalah yang pertama di bawah pemerintahan baru pemimpin Israel, Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett.

Seorang juru bicara pemadam kebakaran mengatakan kepada AFP bahwa tim sedang menangani "empat kebakaran yang dimulai oleh balon yang diluncurkan Rabu sore dari Jalur Gaza."

Ketegangan pun meningkat lagi di Tepi Barat. Tentara Israel mengatakan mereka menembak seorang wanita Palestina. Wanita tersebut dituduh berusaha menabrak tentara dengan mobil dan kemudian menikam mereka.

Aksi kekerasan itu terjadi sehari setelah demonstran ultranasionalis Yahudi membanjiri Kota Tua Yerusalem. Sejumlah polisi bentrok dengan warga Palestina untuk membersihkan rute prosesi.

Ketegangan di Yerusalem Timur, yang memuncak saat polisi Israel berkali-kali bentrok dengan jamaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, menjadi pemicu konflik 11 hari bulan lalu antara penguasa Islam Gaza, Hamas dan Israel.

Militer Israel mengatakan bahwa untuk merespons "balon pembakar" yang dikirim ke Israel pada Selasa lalu, jet tempurnya menyerang kompleks militer milik organisasi  Hamas pada Rabu pagi.

Militer Israel menambahkan bahwa pihaknya "siap untuk skenario apa pun, termasuk dimulainya kembali permusuhan," jika terjadi serangan lebih lanjut dari Gaza. 

Di sisi lain, bentrokan juga terjadi dalam acara Pawai Yahudi Israel.  Setidaknya ada 33 warga Palestina terluka akibat bentrok dengan polisi Israel di sekitar jalur yang digunakan untuk pawai Yahudi di Yerusalem Timur pada Selasa (15/6/2021) waktu setempat. 

AFP juga melaporkan bentrokan itu terjadi saat polisi Israel berupaya mengusir warga Palestina dari jalur pawai Yahudi agar tak memicu gesekan. Polisi Israel dilaporkan telah memblokir jalan, melemparkan granat setrum, dan menembakkan peluru busa untuk mengusir warga Palestina dari jalur pawai. Akibat bentrokan tersebut, 33 warga Palestina terluka dan 17 orang lainnya ditahan.

Kepolisian Israel memang sempat melarang pawai Yahudi ini pada pekan lalu. Sebab, rencana rute arak-arakan yang dikhawatirkan bisa memicu bentrok dengan warga Palestina.

Topik
Shimon Peresariel sharonPalestinaaksi bentrok

Berita Lainnya

Berita

Terbaru