Tiga Varian Baru Covid-19 Masuk Jawa Timur, Pemkot Malang Giatkan Pencegahan

Jun 16, 2021 21:15
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media beberapa waktu lalu di Hotel Savana, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media beberapa waktu lalu di Hotel Savana, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES- Pemerintah Kota Malang terus berupaya mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 varian baru di Kota Malang. Karena sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah terdeteksi adanya varian baru.

Varian baru Covid-19 yakni B117 yang berasal dari Inggris telah terdeteksi di Bangkalan, Madura. Kemudian varian B1351 yang berasal dari Afrika Selatan telah terdeteksi di Kabupaten Jember. Sedangkan  varian B1617 yang berasal dari varian mutasi ganda dari India telah terdeteksi di Mojokerto.  

Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang yakni mengidentifikasi gejala-gejala yang muncul terkait varian virus baru tersebut. 

"Jenis-jenis yang sesuai kan sudah tahu kelas indikasi ciri-cirinya. Dasar indikator-indikatornya bagaimana cara penyebarannya dan gejala-gejalanya," ungkap Wali Kota Malang Sutiaji kepada MalangTIMES.com, Rabu (16/6/2021). 

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang ini pun menyebutkan bahwa terkait persebaran varian baru virus Covid-19 tersebut belum terdeteksi di Kota Malang. Dan ia berharap jangan sampai terjadi penyebaran varian virus baru di Kota Malang. 

Hal itu dikarenakan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro yang berbasis RT/RW berjalan sanbat efektif dalam mencegah terjadinya persebaran Covid-19 di Kota Malang. 

"Nanti insya allah akhir minggu ini kami akan koordinasi lintas sektor untuk antisipasi virus varian baru. Nanti saya juga akan maraton ke kecamatan-kecamatan untuk memperkuat (PPKM mikro, red) seperti dulu lagi," ujarnya. 

Nantinya, jika terdapat persebaran dari tiga varian virus baru di Kota Malang, pihaknya akan langsung segera melokalisir terhadap wilayah yang menjadi titik penyebaran awal. "Ya lokalisir mas. Insya allah kita lakukan ke tempat-tempat ramai itu mau ada ini lagi kan operasi gabungan lagi," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif menuturkan jika nantinya terdapat varian virus jenis baru dari Covid-19 menyebar di Kota Malang, sampel virus akan diserahkan ke Laboratorium Universitas Airlangga Surabaya untuk dilakukan identifikasi genome sequencing. 

"Yang mendeteksi seperti itu (varian baru virus Covid-19, red), yang bisa di Laboratorium Unair Surabaya," tuturnya. 

Hal itu dikarenakan untuk laboratorium yang saat ini dimiliki oleh Kota Malang di sejumlah rumah sakit rujukan maupun laboratorium milik Dinas Kesehatan Kota Malang masih belum dapat mengidentifikasi varian baru virus Covid-19. 

Topik
Berita Malangsidak bupati LumajangHusnul MuarifSutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru