Atasi Sedimentasi, Embung Peniwen Kabupaten Malang Bisa Dipakai 20 Tahun

Jun 16, 2021 21:12
Bupati Malang HM Sanusi saat melihat denah Embung Peniwen (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat melihat denah Embung Peniwen (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemanfaatan Embung Peniwen secara optimal diprediksi cukup lama, sekitar 20 tahun. Hal itu disampaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur. Hanya saja, adanya sedimentasi tanah yang cukup tinggi harus ada perhatian lebih, agar kelangsungan embung dapat bertahan lama.

Kepala BBWS Brantas, Muhammad Rizal berharap ada sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui dinas yang menaungi. Hal itu terkait dengan sedimentasi tanah yang dapat menentukan kelangsungan embung.

“Untuk mengatasi masalah sedimentasi melalui pengerukan secara berkala agar kelangsungan embung dapat bertahan lebih lama,” kata Rizal saat menghadiri groundbreaking pembangunan Embung Peniwen, Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Rabu (16/6/2021).

Selain itu, Rizal juga memberi kewenangan kepada Pemkab Malang agar dapat memberikan gambaran desain Embung Peniwen agar dapat dimanfaatkan juga sebagai destinasi wisata. Namun nantinya hal itu juga masih harus dikonsultasikan kepada BBWS Brantas. “Kalau soal desian bisa dibicarakan bersama, tapi pembebasan lahan itu kewenangan pemerintah daerah,” ujar Rizal.

Saat ini, Rizal mengaku telah mendorong Pemkab Malang untuk mencari lahan di Malang Selatan yang dapat dijadikan embung. Karena dengan adanya embung, lahan pertanian dapat dialiri air dengan lancar.

“Tidak perlu besar seperti bendungan. Seperti di sini (Embung Peniwen) ini cukup besar, dengan 73 ribu meter kubik ini bisa mengairi sekitar 70 hektare sawah,” ungkap dia.

Seperti diketahui, pembangunan embung bukan hanya sebagai irigasi pertanian namun juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata air yang bisa membawa manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Topik
Berita MalangBanyak pegawai Dinsos Jombang positif covidbbws brantas jawa timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru