Bangun Embung Peniwen, Bupati Sanusi Minta Kembangkan Potensi Wisata

Jun 16, 2021 18:04
Bupati Malang HM Sanusi saat menjalankan alat berat sebagai tanda dimulainya berjalannya proyek Embung Peniwen (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat menjalankan alat berat sebagai tanda dimulainya berjalannya proyek Embung Peniwen (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan embung Peniwen, Kecamatan Kromengan, Rabu 16 Juni 2021. Embung Peniwen ini merupakan proyek Kementerian PUPR RI melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Jawa Timur.

Sanusi mengaku, pembangunan embung Peniwen tersebut bertujuan agar masyarakat dapat manfaat. Terutama bagi lahan pertanian yang dikelola masyarakat.

“Jadi, fungsinya untuk menampung air dan menghindarkan air hujan agar tidak langsung meresap ke tanah. Supaya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti wisata dan pengelolahan ikan,” kata Sanusi, Rabu (16/6/2021).

Embung Peniwen yang memiliki luas genangan sebesar 16.552.50 meter kubik ini sendiri dapat mengairi sekitar 70 hektare lahan pertanian. Sehingga masyarakat mendapatkan irigasi lahan pertanian melalui embung tersebut. “Dengan tinggi 14 meter dan panjang sekitar 100 meter, embung Peniwen bisa mengairi sekitar 70 hektare sawah,” kata Sanusi.

Dipilihnya Desa Peniwen sebagai lokasi pembangunan embung memang sudah melalui survei yang cukup panjang. Bahkan lokasinya diprediksi dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Malang.

“Bisa (menjadi potensi wisata) seperti budi daya ikan. Lalu ada perahu dan lainnya yang berhubungan wisata air,” terang Sanusi yang juga berharap perekonomian warga  dapat terangkat dengan adanya embung Peniwen.

Untuk pembiayaan proyek tersebut, Sanusi menegaskan bahwa semua masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hanya melakukan pembebasan lahan sekitar 5 hektare. “Biayanya hampir Rp 23 miliar. Dan targetnya bisa rampung akhir tahun ini,” ungkap Sanusi.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas  Muhammad Rizal berharap pembangunan embung Peniwen bukanlah terakhir di Kabupaten Malang. Sebab, semakin banyak embung, tentunya akan banyak objek yang diuntungkan. Mulai dari pertanian hingga wisata sehingga perekonomian masyarakat juga meningkat.

“Kami harap, ini bukan kegiatan terakhir. Dan kami harap kerja sama yang lebih baik lagi, karena kami sangat mendukung ada embung-embung lagi,” ungkap Rizal.

Topik
Banyak pegawai Dinsos Jombang positif covidPemkab MalangBupati Malang Sanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru