Senyum, Cara Terbaik Menutup Luka

Jun 16, 2021 17:12
Peresensi: Adelila Putri Mahandika
Peresensi: Adelila Putri Mahandika

IdentitasBuku :

JudulBuku : Dan Hujan pun Berhenti

Penulis : Farida Susanty

Penerbit :Grasindo

Kota terbit : Jakarta

Tahunterbit : 2007

Cetakan :Keduabelas, Februari 2021

Halaman : 322 halaman

"Kamu mungkin tidak akan mengerti Leo yang tidak pernah percaya pada siapapun di dunia ini. Tapi mungkin Spiza, gadis yang mencoba bunuh diri di sekolahnya itu, bisa,”

Buku ini merupakan karya pertama dari Farida Susanty yang diterbitkan oleh media. Penulis muda berbakat yang lahir di Bandung pada 1990 ini mendapat banyak penghargaan dari banyak lomba menulis yang diikutinya. Farida Susanty merupakan pemenang Khatulistiwa Literary Award 20017- kategori penulis muda berbakat.

Novel Dan Hujan pun Berhenti sudah  dua belas kali dicetak mulai dari tahun 2007 hingga sekarang. Meskipun terbit di tahun 2007, buku ini masih menduduki nominasi Best Seller karena cerita yang dikemas sedemikian menariknya.

Farida Susanty menjabarkan sebuah cerita yang latarbelakangnya sangat cocok dengan kehidupan anak remaja yang masih bergelut dengan emosi dan pencarian jati diri mereka. Bukan hanya menceritakan soal indahnya asmara anak SMA tapi juga bagaimana seorang dalam usia remaja menghadapi masalah keluarga dan sosial. 

Singkat cerita, Leo adalah seorang pelajar SMA yang terkenal sebagai murid “berandal” dan ditakuti oleh seisi sekolah. Bisa disebut mafianya sekolah. Leo sendiri menjadi seorang pemberontak bukan semata-mata mencari ketenaran dan disegani, melainkan ia punya alasan tersendiri yang sengaja dirahasiakan dari orang awam. 

Laki-laki remaja keturunan Indo-Jepang ini memiliki keluarga yang amburadul, bisa dibilang Broken Home, orangtuanya sering bertemu karena ayahnya sering menyaksikan Leo serta ke 2 saudaranya ketika masih kecil.

Meski punay ahnya seorang konglomerat, Leo lebih memilih menjadi melarat dengan kabur dari rumah dan mulai menyusun jalan hidupnya sendiri. Ia tidak peduli harus pergi kemana, yang jelas Leo hanya ingin keluar dari “neraka” dan ingin hidup bebas tanpa beban.

Berdasarkan gaya sendiri ialah, Leo memiliki asumsi kuat bahwa semua orang itu munafik kecuali seorang pujaan hatinya bernama Iris yang mati secara mengenaskan. Disamping itu, seorang gadis yang ditemukan oleh Leo sedang melakukan percobaan bunuhdiri di kamar mandi sekolahnya, Spiza, gadis dengan perawakan kurus dan depresi akut yang dideritanya membuat seisi sekolah tidak mau menjalin pertemanan dengan dirinya karena banyak siswa beranggapan bahwa Spiza itu nerd (aneh).

Gadis yang mendapat trauma berat setelah menjadi pelaku tabrak lari bersama ketiga temannya yang lain dan yang menjadi korbannya tidak lain tidak bukan adalah gadis pujaan hati Leo, Iris. Dari kejadian percobaan-bunuh-diri yang bukan pertama kalinya inilah, kisah tentang mereka berdua dimulai. Cerita dari segala puncak permasalahan juga penyelesaiannya diungkap.

Banyak hal yang sangat familiar di sekitar kita yang diungkapkan penulis dalam novel ini, bukan hanya soal kisah cinta remaja SMA yang sering dijabarkan sebagai hal terindah dalam hidup yang tidak akan bisa terulang, namun bagaimana sikap dari kehidupan orang-orang yang berjuang dalam hidupnya di usia remaja dengan segala permasalahannya yang mungkin kita sebagai orang normal dan punya keluarga harmonist idak akan tahu. Bagaimana seseorang di usia muda yang harusnya menikmati hidup harus berjuang dengan keterbelakangan mentalnya, melawan segala rasa takutnya tanpa dukungan dan perhatian dari orang sekitarnya. 

Alur cerita yang disuguhkan dalam novel ini menarik di tambah dengan penggunaan diksi yang indah dan mudah dipahami, walaupun adabeberapa kalimat yang bermakna kiasan dan harus dibaca kembali untuk bisa memahaminya. Alur yang digunakan yaitu campuran, karena dalam setiap babnya penulis menjabarkan cerita secara tidak menentu.

Seperti pada suatu bab menggunakan waktu saat ini dan secara tiba-tiba alur waktunya mundur karena menceritakan kejadian masalalu yang dikemas dalam latar tempat mimpi tokoh. Jika Anda adalah tipe orang yang tidak suka membaca huruf balok maka kemungkinan anda akan sedikit terganggu ketika membaca beberapa dialog tokoh dalam novel ini, karena ada banyak dialog yang ditulis menggunakan huruf kapital yang tujuannya untuk menyatakan bahwa tokoh sedang marah atau berbicara dalami Tomasi tinggi, sesuainya karakter tokoh Leo yang tempramen.

Farida Susanty, penulis novel ini, walaupun masih tergolong sebagai penulis muda mampu menulisc erita dengan tatabahasa yang luar biasa dan mampu menciptakan segala suasana dalam ceritanya menjadi terasa nyata. Caranya menyusun alur cerita yang tidak menentu juga membuat pembaca merasa penasaran dan terus melanjutkan membaca ke halaman-halaman selanjutnya.

Novel Dan Hujan pun Berhenti ini beberapa kali direvisi pada bagian cover bukunya. Sampai dengan saat ini, cover novel ini berwarna hitam dengan gambar teruterubozu yang tergantung di jendela saat hujan turun. Cover baru ini menjadikan tampilan buku lebih menarik dan elegan.

Buku ini lebih disarankan untuk pembaca kalangan remaja dan dewasa, bukan anak-anak karena ada banyak unsur kekerasan dalam ceritanya sehingga tidak cocok jika dibaca olehanak-anak karena ditakutkan bisa menciptakan mindset yang tidak baik.

Dalam cover bagian belakang buku juga sudah dicantumkan batasan usia untuk pembaca harus di atas 16 tahun. Bukan hanya itu, pemaparan alur yang tidak menentu menyebabkan pembaca harus teliti dan memahami kemana arah cerita yang ingin disampaikan oleh penulis dalam setiap bagian babnya. 

Secara tersurat maupun tersirat, penulis dalam cerita ini ingin menyampaikan banyak pesan moral dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk sosial kita tentu harus memperlakukan orang selayaknya seperti manusia, intinya memanusiakan manusia. Kita tidak pernah tahu bagaimana emosi seseorang beserta isi pemikiran juga perasaannya.

Jangan hanya menyimpulkan sesuatu dan bertindak menggunakan sisipandang diri kita pribadi, namun juga perhatikan orang lain, terima pendapat mereka meskipun bertolak belakang dengan pemikiran kita. Jadilah pendengar yang baik, jangan jadi egois dan masabodoh dengan apa yang orang lain pikirkan. Karena pada dasarnya kita saling membutuhkan namun terkadang kita tidak menyadari hal tersebut dan merasa menjadi yang paling benar.

Topik
NovelPekerja rentan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru