DLH Kota Malang Imbau Masyarakat Ikut Menjaga Kualitas Udara Melalui Aplikasi Ispunet

Jun 16, 2021 13:52
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

MALANGTIMES- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota malang memiliki 27 titik pantau alat pengukur kualitas udara di beberapa wilayah yang tersebar di Kota Malang.

Wilayah itu seperti di Terminal Gadang, Terminal Hamid Rusdi, Terminal Arjosari, Terminal Landungsari, Stasiun Kota Baru, Industri Kulit, Sawojajar, LA Sucipto, Taman Krida, Matos, Pasar Besar, dan TPA.

Alat pengukur kualitas udara yang telah terpasang di beberapa titik tersebut, secara otomatis mampu mengetahui kadar udara seperti SO2, CO, NO2, O3, HC, PM, dan lainnya.

"Yang memiliki alat pengukur kualitas udara di Jawa Timur itu hanya Surabaya dan Malang saja," ujar Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Endang Purwati, Rabu (16/6/2021).

Alat pengukur kualitas udara pun secara real time menghitung kadar kualitas udara. Hasilnya pun bisa berubah dari pagi hingga malam.

"Jadi hasilnya itu bisa berubah, kan alatnya mengukur secara real-time. Semisal pada pagi hari parameter segini, nah saat siang bisa berubah," jelasnya.

Maka, Endang juga berharap agar masyarakat juga ikut serta dalam menjaga kualitas udara khususnya di Malang. Dengan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, otomatis udara yang dinikmati akan sehat.

"Kami sudah memiliki aplikasi Ispunet. Masyarakat bisa download di play store. Tujuannya agar masyarakat ikut memantau dan menjaga kualitas udara di Kota Malang itu seperti apa," ujarnya.

Topik
damkar ngawikualitas udarapantau kualitas udara di malangDLH Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru