BLK-LN Central Karya Semesta Bantah Kejanggalan yang Ditemukan BP2MI

Jun 15, 2021 20:16
Konferensi pers yang digelar oleh pihak BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS terkait kaburnya lima orang calon Pekerja Migran Indonesia, Selasa (15/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Konferensi pers yang digelar oleh pihak BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS terkait kaburnya lima orang calon Pekerja Migran Indonesia, Selasa (15/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) Central Karya Semesta PT Citra Karya Sejati membantah atas kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada hari Sabtu (12/6/2021) lalu. 

Kejanggalan-kejanggalan tersebut ditemukan usai adanya lima orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kabur dari BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS dengan melompat dari lantai empat yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 15 meter menggunakan beberapa selimut yang diikat. 

Untuk kejanggalan yang ditemukan di antaranya terkait pelarangan dan penyitaan handphone para calon PMI, pemotongan gaji selama delapan bulan ketika calon PMI sudah bekerja di luar negeri, tidak mendapatkan salinan perjanjian kerja, kekerasan verbal hingga pelecehan seksual. 

Kepala Cabang PT CKS Malang Maria Imelda Indrawati Kesuma menegaskan bahwa kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan oleh pihak BP2MI tersebut tidak benar adanya. Seperti pelarangan penggunaan handphone, bahwa para calon PMI diperbolehkan menggunakan handphone pada jam-jam tertentu. 

"Saya tekankan lagi, masalah handphone dibatasi itu tidak betul. Kita training center ada jam-jam tertentu anak-anak bisa memakai handphone. Bukan berarti 24 jam selama 7 hari itu tidak memakai (handphone, red) itu tidak betul. Anak-anak kami bebaskan untuk memakai handphone itu sesuai jamnya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (15/6/2021). 

Dihimpun dari pernyataan salah satu calon PMI bahwa memang terdapat waktu-waktu tertentu untuk mengoperasikan handphone. Jadi mulai hari Senin hingga hari Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB calon PMI dapat menggunakan handphone. Lalu pada hari Sabtu sampai Minggu calon PMI dibebaskan menggunakan handphone dan pada malam harinya handphone diserahkan kembali kepada pihak pengelola. 

"Kami tidak pernah mengancam, menipu, memaksa, mendorong, apapun itu yang melanggar tindakan hukum, itu tidak betul," ujarnya. 

Lalu contoh kejanggalan yang ditemukan oleh BP2MI dan dibantah pihak BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS berikutnya yakni terkait pelecehan seksual berupa penurunan celana yang dikenakan oleh calon PMI di depan para calon PMI yang lainnya. 

"Itu tidak betul. Kejadian sesungguhnya adalah anak tersebut memakai celana sangat pendek. Hingga pakaian dalamnya nongol atau kelihatan. Jadi itu inisiatif dari salah satu staf kami, menurunkan sedikit supaya menutupi pakaian dalamnya. Itu yang sesungguhnya terjadi. Bukan dipelorotin sampai ke dengkul atau mata kaki," jelasnya. 

Karena menurut Maria Imelda dalam mengenakan pakaian memang harus yang sopan. Dalam penerapan pendidikan, BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS menggunakan standar luar negeri. 

"Kami mengajarkan karakter, berpakaian, bekerja itu semua sesuai aturan. Karena kami memakai standar luar negeri pelatihan di sini. Bukan standar lokal. Jadi baik dari pakaian, cara berbicara, cara berfikir menjaga kesehatan tubuh itu semua kita pikirkan," terangnya. 

Sementara itu, kuasa hukum PT CKS Gunadi Handoko mengungkapkan bahwa pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang telah berjalan hingga saat ini yang telah memasuki proses penyidikan. 

"Terkait proses hukum, kami selaku penasehat hukum menghormati apa yang dilakukan oleh teman-teman penyidik. Tentunya kami akan kooperatif," ujarnya. 

Bahwa pihaknya juga akan menghormati masing-masing peran. Yakni antara pihak kepolisian sebagai penyidik dan penasehat hukum yang memiliki kewenangan untuk membela klien dalam hal ini BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS. 

"Masing-masing mempunyai fungsi dan peran berbeda. Kita saling menghormati. Kita akan sampaikan fakta-fakta hukum yang memang terjadi, tidak kita tambahi, tidak kami kurangi," pungkasnya. 

Topik
kasus pmi kota malangPekerja Migran IndonesiaLSM laporkan kepala desa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru