Quarter Life Crisis yang Sering Dialami Generasi Muda (5)

Belajar Mencintai Diri Sendiri, Bikin Hidup Lebih  Menyenangkan

Jun 15, 2021 17:23
Bergembira bersama teman sekaligus menjaga hubungan baik. (Foto: Pexels)
Bergembira bersama teman sekaligus menjaga hubungan baik. (Foto: Pexels)

MALANGTIMES – Saat terjebak dalam situasi quarter life crisis atau krisis emosional yang terjadi pada sekitar usia seperempat abad atau 25 tahun, terkadang kita lupa dengan berbagai kenikmatan yang sudah kita miliki selama ini. Padahal, dalam mencapai berbagai tujuan hidup, seseorang harus menghargai dan mencintai dirinya sendiri secara utuh terlebih dahulu.

Saat menghadapi quarter life crisis, cara yang bisa dilakukan agar kita tetap dapat mencintai diri sendiri adalah dengan mulai memperhatikan kebutuhan kita. Apa saja yang membuat kita suka, kita nyaman, dan yang ingin kita coba lakukan.

Kemudian, wujudkan hal-hal tersebut satu per satu dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Tanpa kita sadari, hal-hal kecil ini akan membuat hidup kita lebih menyenangkan.

Ada 3 element yang dicetuskan oleh peneliti di Associate Professor In The University Of Texas at Austin’s Department of Educational Psychology bernama Kristin Neff tentang bagaimana cara untuk mencintai diri sendiri sekalipun kita pernah melakukan kesalahan. 

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan baik kepada diri kita sendiri. Definisi baik ini memang luas, tapi kita bisa mulai untuk memberikan suatu respons yang baik ke diri sendiri ketika melakukan kesalahan.

Sangatlah wajar ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita mau dalam hidup dan ketika tidak bisa mendapatkan hal tersebut, kita akan merasa marah dan stres dengan diri sendiri. Kita harus mencoba untuk menghargai usaha dan proses yang sudah dilalui meskipun gagal.

Kemudian setelahnya harus menanamkan untuk diri kita sendiri agar memperbaiki dan berusaha mengerjakan sesuatu lebih baik daripada sebelumnya. Yang kedua, ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Semua manusia pasti akan melakukan kesalahan dan kegagalan dalam hidupnya. Jika kita dapat memaklumi orang lain karena ketidaksempurnaan mereka, mengapa kita tidak bisa menerima diri kita sendiri jika kita juga tidak sempurna, bukan? Ingat “nobody is perfect”.

Dan hal ketiga yang bisa kita dilakukan adalah dengan membiasakan diri untuk melatih mindfulness. Praktik mindfulness ini melibatkan diri kita untuk tidak memberikan judgement (menghakimi)  terhadap apa yang kita pikirkan dan menerima seluruh hal yang kita alami dan rasakan.

Psikolog Galuh Kikiany juga menjelaskan bahwa bukan mencintai diri sendiri namanya jika kita terlalu menuntut sesuatu yang ada dalam diri kita untuk berubah.

“Cara yang dilakukan untuk mencintai diri sendiri adalah tanpa harus menuntut diri kita. Kita harus melihat dan belajar dari apa yang sudah kita alami, lakukan, dan capai.Self love itu lebih kepada kita bisa menerima apa saja yang sudah terjadi di diri kita ini tanpa menuntut satu hal apa pun karena kita punya prosesnya masing-masing,” ungkap Kiki, sapaan akrabnya.

Quarter life crisis dapat menyerang siapa saja karena sesungguhnya masalah dalam hidup adalah sesuatu yang sangat wajar dan dapat datang kapan saja. Dalam menghadapi fase ini, seseorang juga membutuhkan fisik dan mental yang kuat agar krisis ini tidak berlanjut lebih jauh.

Dari serangkaian bahasan yang sudah dirangkum MalangTIMES ini, diharapkan mampu membantu berbagai hal dan kesulitan yang dihadapi dalam hidup. Karena permasalahan hidup tidak melulu datang dari materi, namun juga dapat muncul dan datang dari kesehatan mental diri kita sendiri.

Oleh karena itu, selain memperhatikan kebutuhan jiwa, jangan lupa juga untuk merawat diri, berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang bergizi untuk kesehatan tubuh. Apabila masih mengalami kesulitan dalam menghadapi quarter life crisis, jangan ragu untuk datang dan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater yang tepat.

Topik
over thinkingDLH Pemkot MalangKrisis emosional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru