Quarter Life Crisis yang Sering Dialami Generasi Muda (4)

Temukan Support System dalam Hidupmu, tapi Jangan asal Pilih

Jun 15, 2021 17:20
Jalin kekompakan dan kebersamaan di antara teman. (Foto: Pexels)
Jalin kekompakan dan kebersamaan di antara teman. (Foto: Pexels)

MALANGTIMES – Dalam menghadapi quarter life crisis atau krisis emosional yang terjadi sekitar usia seperempat abad atau 25 tahun, support system yang baik diperlukan seorang individu. Tujuannya agar dapat melewati dan juga sebagai jalan keluar mengatasi berbagai krisis emosional yang terjadi.

Berada di sekeliling orang-orang yang bisa mendukung impian dan cita-cita kita juga bisa menjadi cara untuk menghadapi quarter life crisis. Orang-orang yang bisa menjadi support system tersebut tidak harus orang yang ahli di bidang psikologi, namun bisa juga orang-orang terdekat kita yang sudah membuat kita benar-benar nyaman untuk mengungkapkan segala keluh kesah dalam diri.

Keluarga, sahabat, dan teman terdekat bisa jadi support system yang baik dalam menghadapi berbagai krisis emosional yang dihadapi. Orang-orang tersebut memang tidak semuanya akan dapat membantu kita melewati krisis emosional secara penuh.

Namun orang-orang tersebut bisa menjadi pendengar yang baik ketika kita meluapkan keluh kesah dan berbagai krisis emosional. Apalagi, terkadang, seseorang tidak selalu butuh diberikan solusi saat menghadapi krisis emosional, tetapi hanya butuh didengarkan oleh orang-orang terdekatnya.

Psikolog Galuh Kikiany mengatakan beberapa sumber kebahagiaan umumnya berasal dari orang-orang terdekat kita. Dalam memilih support system, seorang tersebut tidak boleh asal memilih.

Dibutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat dalam memilih orang lain sebagai support system kita.

“Harus bisa memilih siapa orang yang bisa menjadi support system. Tapi bukan asal memilih untuk waktu singkat. Harus dalam jangka waktu yang panjang. Karena kita perlu mencari seseorang yang tepat untuk diri sendiri, kita tidak bisa memaksakan punya support system dengan cepat. Memilih support system tersebut harus dengan proses yang panjang,” ungkap psikolog yang akrab disapa Kiki itu.

Dalam memilih dan menemukan support system, kita dapat memilih orang-orang yang memiliki minat yang sama dengan kita. Atau orang-orang yang bisa menginspirasi dan membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Dengan begitu, kita tidak akan merasa sendiri dalam menjalani hidup.

Topik
over thinkingKrisis emosionalDLH Pemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru