Quarter Life Crisis yang Sering Dialami Generasi Muda (1)

Muncul Kebimbangan dalam Cinta dan Pilihan Hidup ke Depan

Jun 15, 2021 16:59
Anak muda yang mengalami masalah sesang dihibur temannya. (Foto: Pexels)
Anak muda yang mengalami masalah sesang dihibur temannya. (Foto: Pexels)

MALANGTIMES – Banyak generasi muda yang mengalami pergolakan emosional. Mulai dari permasalahan kuliah, karir, percintaan, hingga penentuan tujuan hidup.

Pergolakan yang menyerang sisi emosional tersebut bisa juga disebut sebagai krisis. Krisis itu bisa juga disebut sebagai kemelut dalam diri seseorang. Terjadi kebingungan, kecemasan, hingga ketidaktahuan akan langkah apa yang harus diambil dalam menghadapi suatu permasalahan.

Dewasa ini, istilah quarter life crisis semakin sunter terdengar di berbagai ranah media sosial. Namun, banyak juga yang belum tahu dan paham tentang apa sebenarnya quarter life crisis itu, bagaimana tanda-tandanya, dan cara menghadapinya. 

Quarter life crisis dalam kajian ilmu psikologi dapat diartikan sebagai krisis emosional yang dihadapi individu pada rentang usia 20 tahun hingga 30 tahun.

Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nandy Agustin Syakarofath, quarter life crisis merupakan krisis emosional yang sering dihadapi generasi muda di rentang usia seperempat abad atau  25 tahun.

“Quarter life crisis adalah krisis yang dihadapi individu ketika dia mencapai usia 25 tahun dan atau dalam rentangan usia itu. Krisis emosional itu dihadapi karena menghadapi berbagai tuntutan kehidupan, baik tuntutan di masa sekarang maupun yang akan datang. Seseorang itu merasa cemas dan bingung karena banyak tuntutan dalam hidupnya, tapi belum ada yang tercapai.” ujarnya.

Sejalan dengan Nandy, seorang psikolog klinis bernama Galuh Kikiany juga memberikan pengertian yang hampir sama akan quarter life crisis.

“Fase transisi kita untuk menuju kedewasaan. Kalau pubertas itu masa transisi anak-anak ke remaja, quarter life crisis ini adalah masa transisi dari remaja ke dewasa. Simpelnya seperti itu,” ucap psikolog yang akrab dipanggil Kiki tersebut.

Kiki juga menambahkan, pada masa tersebut, quarter life crisis terjadi karena seorang individu berusaha mencari tahu bagaimana kehidupan selanjutnya terkait masa depannya. Diawali kebingungan dan kebimbangan tentang karir, finansial, dan percintaan.

Juga ditandai munculnya kebingungan dan kebimbangan akan pilihan hidup ke depan. Pada bahasan kali ini, MalangTIMES mencoba menuliskan serba-serbi mengenai quarter life crisis yang saat ini ramai diperbincangkan generasi muda di berbagai platform media sosial (medsos). Ulasan mengenai quarter life crisis berikut juga akan disajikan secara bertahap dan berurutan, sesuai dengan pengamatan dan pendapat dari beberapa ahli seperti akademisi dan juga praktisi dalam kajian ilmu psikologi.

Topik
over thinkingKrisis emosionalDLH Pemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru