Jangan Takut Main Loco Gold, Ini 7 Tips Biar Investasi Aman dan Cuan 

Jun 15, 2021 15:22
Pimpinan PT BPF Cabang Malang, Andri (Nurlyla Ratri/MalangTIMES)
Pimpinan PT BPF Cabang Malang, Andri (Nurlyla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Emas masih menjadi andalan di bursa komoditas berjangka. Loco gold atau transaksi emas tampaknya masih menjadi primadona sekaligus akan menjadi pendorong pertumbuhan di semester II 2021 mendatang.

Perusahaan pialang berjangka PT Bestprofit Futures (BPF) Cabang Malang mencatat, ada pertumbuhan nasabah sebesar 27,17 persen hingga Mei 2021. Saat ini, total terdapat 117 nasabah dengan dominasi transaksi loco gold.

Pimpinan PT BPF Cabang Malang, Andri mengungkapkan bahwa kontribusi loco gold mencapai 80 persen lebih dari total transaksi. Sisanya, diisi transaksi indeks Hangseng dan mata uang seperti Yen dan dolar Australia.

"Loco gold masih menjadi primadona nasabah di antara produk berjangka yang kami punya. Selain ada pertumbuhan nasabah, secara kinerja juga meningkat," ungkap Andri pada Malangtimes.com saat ditemui di Kota Batu, Jawa Timur.

Menurut Andri, capaian-capaian tersebut salah satunya dipicu makin tingginya minat masyarakat berinvestasi sekaligus naiknya kepercayaan nasabah.

"Kuncinya adalah meningkatkan transparansi. Salah satunya, kini nasabah BPF Malang bisa transaksi secara online di berbagai penjuru Indonesia. Dari sisi pelayanan juga membaik dan makin dirasakan manfaatnya oleh nasabah," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi menambahkan, makin mudahnya masyarakat berinvestasi juga harus diimbangi dengan kewaspadaan para calon nasabah. 

Pasalnya, masih banyak perusahaan pialang berjangka yang tidak berizin di Indonesia. Fajar menguraikan, jumlah pialang ilegal yang ditutup sepanjang 2020 mencapai 1.191 entitas. Sementara hingga Mei 2021, sudah ada 409 entitas yang ditutup.

"Ada beberapa tips yang harus menjadi perhatian para calon nasabah sebelum berinvestasi atau bertransaksi di bursa berjangka. Mudahnya ada 7 P," terang Fajar.

7 P yang dimaksud, pertama yakni pelajari latar belakang perusahaan yang menawarkan investasi. Kedua, pelajari tata cara transaksi serta pelajari penyelesaian perselisihan. Ketiga, pelajari kontrak berjangka yang diperdagangkan.

Keempat, pantang percaya keuntungan yang tinggi. Kelima, pelajari wakil pialang berjangka yang telah mendapat izin Bappebti. Keenam, pelajari dokumen perjanjiannya. Ketujuh, pelajari risiko yang dihadapi.

"Janji-janji keuntungan tinggi sering diberikan, tapi harus dilihat apa masuk akal. Ada penawaran-penawaran yang melebihi angka realistis, maka harus bijak, harus hati-hati," tegasnya.

Sementara itu, Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang turut mengapresiasi kinerja BPF Cabang Malang. Paulus mengatakan, BPF Malang mengalami pertumbuhan tertinggi hingga Mei 2021.

"Meski dalam masa suram karena pandemi Covid-19, tahun 2020 cukup bersejarah untuk BPF karena menduduki peringkat kedua atas volume transaksi. Selain itu juga zero komplain, ini prestasi yang membanggakan," singkatnya.

Topik
transaksi emasaulannia'amberinvestasi emas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru