Kisah Haru Nenek Buruh Tani Merawat Ibunya yang Sakit, Kini Jadi Pengangguran

Jun 15, 2021 10:57
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - Program berbagi Ngedum Ojir JatimTIMES Network tak henti memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, kisah memprihatinkan sekaligus menggugah hati pada episode Ngedum Ojir datang dari Dasemi.

Diawali dengan sambutan Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus seperti biasa, tim Ngedum Ojir pun menyambangi persinggahan Dasemi di Dusun Kebonjati, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Diceritakan jika kondisi Dasemi sangat meprihatinkan. Diusianya yang sudah tua, ia harus merawat ibunya yang sedang sakit. 

Tiba di kediaman Dasemi, terlihat bangunan rumah yang sangat sederahana. Di tembok depan rumah itu terdapat tulisan "Keluarga Pra Sejahtera Penerima Bantuan Sosial". 

Tim Ngedum Ojir pun tampak disambut oleh Ngateni yang merupakan ibu dari Dasemi. Tak lama Dasemi pun datang. 

Dasemi menceritakan jika ia sudah tidak memiliki suami karena sudah meninggal dunia. Dasemi pun hanya memiliki 1 anak. 

"Punya 1 sekarang di Blitar," ujarnya. 

Firdaus pun lantas menanyakan apa pekerjaan dari nenek Dasemi ini. Dasemi mengatakan jika sehari-hari ia bekerja untuk mencabuti rumput dan hanya mendapat uang Rp 35 ribu. 

Saat ini, Dasemi pun sudah lama menganggur. Firdaus juga bertanya berapa usia Dasemi dan ibunya. 

"Saya 63, ibu 90," katanya. 

Dasemi juga menceritakan saat itu hanya dia dan ibunya harus makan seadanya. Seperti godong kates, menjes, dan mendol. 

Dasemi mengatakan jika ia mendapatkan bantuan dari pemerintah senilai Rp 300 ribu dalam 3 bulan. Firdaus pun lantas meminta izin untuk melihat-lihat kondisi rumahnya. 

Terlihat kondisi rumah yang sangat sederhana dan kecil. Atas rumahnya pun hanya dari genting dan rumah yang tanahnya masih plesteran.

Terlihat kondisi dapur yang sangat berantakan. Saat di dapur Firdaus menemukan masakan untuk acara maleman berupa nasi dan ayam untuk dibagikan ke tetangga. 

Firdaus lalu bertanya dari mana Dasemi mendapat uang untuk selamatan. 

"Dari orang-orang ya 50," cetusnya. 

Kemudian, Firdaus menuju ke kamar ibu dari Dasemi. Tampak kondisinya yang sangat berantakan dan bau pesing. 

Kemudian, menuju ke kamar mandi yang kondisinya kurang layak. Menyedihkannya, letak rumah Dasemi itu berada di dekat curah sungai.

Sehingga sewaktu-waktu longsor akan berbahaya. Hingga kahirnya Firdaus memberi bantuan kepada Dasemi senilai Rp 1 juta.

"Semoga bermanfaat nggih," ujar Firdaus. 

"Kulo terima nggih, matur suwun nggih," jawab Dasemi.

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

Topik
ngedum ojirJatimtimes NetworkLazuardi FirdausKabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru