Kasus Kaburnya 5 Calon PMI dari BLK-LN PT CKS, 3 Korban Segera Dirujuk ke RSSA

Jun 14, 2021 20:18
Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, M Kholid Habibi saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (14/6/2021). (Foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES) 
Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, M Kholid Habibi saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (14/6/2021). (Foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kaburnya lima orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) Central Karya Semesta PT Citra Karya Sejati (CKS) yang menyebabkan tiga di antaranya luka-luka dan patah tulang akan segera dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang M Kholid Habibi ketika menggelar konferensi pers di kantornya terkait penanganan terhadap lima orang calon PMI yang kabur dari BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS pada hari Rabu (9/6/2021) lalu. 

"Kemarin Polresta Malang Kota rencananya bakal berupaya untuk memindahkan ke RSSA Malang. Itu untuk memudahkan proses penanganan kasus," ungkap Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, M Kholid Habibi kepada MalangTIMES.com, Senin (14/6/2021). 

Saat ini ketiga korban yang mengalami luka-luka dan patah tulang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Wava Husada, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Ketiga korban yang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Wava Husada yakni Minarti (32) warga Sumbawa Nusa Tenggara Barat, Baiq (24) warga Kabupaten Lombok Timur dan Fauziah (24) warga Kabupaten Lombok Tengah. 

Lebih lanjut, proses penyelidikan atas kasus kaburnya lima orang calon PMI dari BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS telah dinyatakan naik ke tahapan penyidikan oleh pihak Polresta Malang Kota per hari Sabtu (12/6/2021). 

Berdasarkan penyampaian dari pihak BP2MI, satu di antara tiga calon PMI yang mengalami luka-luka dan patah tulang telah menjalani operasi. Untuk yang sudah menjalani operasi dan kondisinya sudah membaik yakni korban atas nama Fauziah (24). 

"Lalu Baiq tidak berkenan untuk dilakukan operasi. Meski begitu kami terus berkoordinasi dengan BP2MI Mataram untuk melakukan komunikasi dengan keluarganya. Supaya bisa segera dirujuk untuk melakukan operasi," ujarnya. 

Sedangkan untuk korban atas nama Minarti (32) sudah mulai membuka diri dan berkenan untuk melakukan operasi. "Namun menunggu suaminya datang terlebih dahulu," tuturnya. 

Sementara itu, untuk dua orang calon PMI yang turut kabur kondisinya saat ini telah selamat. Namun satu di antaranya telah melarikan diri dan proses dilakukan pencarian serta penyelamatan. 

"Kalau yang satunya lagi sudah kembali ke rumah dijemput sama pihak keluarga," katanya. 

Sebagai informasi, seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa terkait peristiwa kaburnya lima orang calon PMI dari BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS tersebut menurut BP2MI terdapat kejanggalan-kejanggalan. 

Mulai dari kekerasan verbal, pelecehan seksual hingga penahanan alat komunikasi atau handphone milik para calon PMI. Menurut BP2MI jika nantinya dalam proses penyidikan terdapat bukti-bukti pelanggaran yang menguatkan, BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS akan ditutup.

Topik
kasus balai latihan kerjaPekerja Migran IndonesiaDolanan tradisionalkondisi pasca gempa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru