Efek dan Tantangan Pembelajaran Sekolah di Masa Covid-19

Jun 14, 2021 18:26

Pada bulan Februari tahun 2020 telah muncul pandemi Corona Virus Disiase (Covid19), sehingga dalam hal ini telah membawa dampak yang sangat besar oleh karena itu dampak dari Covid-19 ini sangat berpengaruh pada sektor-sektor penting dalam kehidupan. Seperti sektor ekonomi, transportasi, dan pendidikan. Lalu bagaimana dengan pendidikan ? pendidikan harus terus berjalan karena pendidikan sangat penting bagi generasi muda dengan demikian Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan telah berupaya maksimal dalam menangani sektor pendidikan agar pembelajaran  tetap berjalan. Oleh karena itu Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Karim telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan dalam Masa Darurat Corona Virus Disiase (Covid-19) . Isi dari pokok surat edaran tersebut adalah mengenai pembelajaran daring atau jarak jauh sehingga dalam hal ini bisa memutuskan rantai Covid19, selain itu memberikan pemahaman terhadap siswa mengenai Virus Covid-19. Jadi bagaimanakah model pembelajaran daring atau jarak jauh sehingga membuat siswa dan mahasiswa terlihat sangat santai karena mereka hanya berdiam diri ditempat ?. Faktanya banyak siswa dan mahasiswa mengeluh dalam menjalani kegiatan pembelajaran jarak jauh atau biasa disebut daring, ada banyak pendapat mengenai pembelajaran jarak jauh atau daring.

Kegiatan pembelajaran daring ini lebih sering menatap layar karena pembelajaran jarak jauh ini tentunya kegiatan pembelajaran dilakukan secara online. Pembelajaran daring atau online memerlukan sebuah media misalnya laptop, gadget, IOS, dan lain sebagainya. Biasanya pembelajaran daring menggunakan video lecture, chat, maupun form. Sehingga mau tidak mau siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan orang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran online harus menatap layar lebih lama dari biasanya. Hal ini bisa membuat mata lelah, membuat mata menjadi minus apabila terlalu lama melihat layar, serta bisa membuat kebosanan. Pembelajaran daring atau online yang dilakukan “dirumah saja” akibat dari  dampak Covid-19 membuat para siswa dan mahasiswa menjadi mager atau biasa disebut dengan aliansi malas gerak. Kegiatan pembelajaran ini bisa berada ditempat mana saja seperti dikasur karena kegiatan pembelajaran daring bisa disambi dengan rebahan. Sehingga dalam hal ini bisa membuat siswa dan mahasiswa kurang bergerak karena ruangannya yang kecil. Akibat dari mager ini bisa menyebabkan tubuh menjadi kurang gerak dan radiasi tinggi. Tubuh tidak seaktif dari sebelumnya, biasanya sebelum ada pandemi Covid-19 ini para siswa dan mahasiswa naik turun tangga, berjalan dari sudut ke sudut kelas, bermain, dan aktivitas lainnya. Akibatnya otot gampang pegal, mudah lelah, dan gangguan psikis. Tentunya pembelajaran daring atau online memerlukan sejumlah fasilitas berupa laptop, gadget, kuota, jaringan internet, dan aliran listrik. Pembelajaran daring atau online ini sebetulnya kurang efektif karena apabila ada hambatan dari hal tadi bisa menyebabkan pembelajaran kurang efektif. Misalnya saja ada siswa dan mahasiswa tempat tinggalnya berada di pelosok dimana jaringan didaerah pelosok kurang stabil, pastinya mereka kemungkinan besar tidak bisa mengikuti pembelajaran daring tersebut misalnya ZOOM, Google Meet, dan aplikasi lainnya yang mendukung kegiatan pembelajaran daring. Mereka bisa mengikuti pembelajaran daring apabila mereka mencari tempat yang lebih tinggi, di tengah sawah, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan guru, dosen, mereka pun juga mengalami kesulitan untuk mengelola pembelajaran daring dan cenderung fokus pada penuntasan kurikulum, guru dan dosen tidak bisa memenuhi dan menambah waktu mengajar akibat masalah jaringan kurang stabil. Selain itu pada saat pandemi Covid19 ini membuat orang tua menjadi guru sekolah dirumah sehingga orang tua mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi pembelajaran online. Namun, pembelajaran daring juga memberikan kesadaran terhadap orang tua bahwa mendidik anak ternyata tidak mudah diperlukan kesabaran yang sangat besar sehingga dalam kejadian ini diharapkan orang tua  mau belajar bagaimana cara mendidik anak dirumah. Teknologi adalah suatu hal yang sangat esensial dalam mengadakan pertemuan online sehingga dalam hal ini ada beberapa siswa, mahasiswa, guru, dosen kurang memahami teknologi, seharusnya dari pihak sekolah maupun kampus mengadakan pelatihan teknologi serta implementasi secara langsung kepada warga sekolah atau kampus agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Para  siswa mengeluh karena materi yang telah disampaikan oleh pengajar cenderung monoton sehingga dalam hal ini siswa dan mahasiswa sangat mudah bosan di saat pembelajaran dimulai, karena pengajar hanya memberikan materi dan menyuruh absen langsung meninggalkan kelas tanpa ada penjelasan materi atau memberikan kesempatan siswa dan mahasiswa untuk bertanya. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran daring tidak efektif karena materi yang disampaikan dengan baik dan sulit untuk memahami.

Dalam mengatasi hal tersebut maka diharapkan pengajar lebih memperhatikan siswa dan mahasiswa dengan memberikan layanan konsultasi materi, mengadakan review setiap minggu, memberikan penjelasan materi melalui video lecture atau meeting, memberikan kesempatan bertanya kepada siswa dan mahasiswa sehingga dalam hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Selain itu cara mengatasi kebosanan saat pembelajaran daring adalah dengan cara memotivasi dari individu masing-masing menjadi faktor utamanya, maka diharapkan siswa dan mahasiswa membangkitkan semangat dari dalam diri sehingga dapat melakukan persiapan meeting dimulai seperti mandi terlebih dahulu, makan yang cukup, menggunakan pakaian rapi dan sopan, dan duduk ditempat aman dan nyaman. Dengan begitu siswa dan mahasiswa lebih fokus pada kegiatan pembelajaran daring daripada menyimak sambil tidur-tiduran. Semua komponen mulai siswa, mahasiswa, guru, dosen, orang tua saling bekerja sama, memberikan motivasi dukungan yang kuat serta memonitaring siswa dan mahasiswa agar pembelajaran lebih efektif setelah pandemi Covid19 ini berakhir perlu disiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengejar capaian yang mungkin belum tercapai sehingga masa depan siswa dan mahasiswa dapat berlanjut. Dengan demikian pembelajaran daring ini salah satu cara efektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di samping itu bisa belajar dari rumah. Kita harus tetap bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.

Topik
ruang mahasiswaProgram SekolahCovid 19komisi nasional disabilitas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru