Peningkatan Kompetensi, 75 Dosen dari 11 Provinsi Digembleng BBPPMPV BOE Malang

Jun 14, 2021 18:18
Para dosen saat mengikuti pembelajaran teori mengenai elektronika di BBPPMPV BOE Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para dosen saat mengikuti pembelajaran teori mengenai elektronika di BBPPMPV BOE Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - 75 Dosen dari berbagai sekolah vokasi maupun perguruan tinggi vokasi di 11 provinsi, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Senin (13/6/2021).

75 dosen tersebut berasal dari perguruan tinggi vokasi yang tersebar dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Sulawesi Selatan maupun Barat, Maluku dan Maluku Utara, hingga Papua. Diklat tersebut dimulai hari ini dan direncanakan bakal berlangsung selama dua Minggu ke depan.

1

Plt Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr Ir Abdul Rochim MM, menjelaskan, diklat ini tentunya berdasarkan Permendikbud nomor 26 tahun 2020, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen pendidikan tinggi vokasi sesuai dengan kompetensi keahlian, selaras dengan tugas dari BBPPMPV BOE untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik vokasi. Dalam Diklat Nini, terdapat lima jenis pelatihan, mulai dari Instalasi Plumbing, mesin, otomotif, elektronika, bangunan dan juga terkait IT.

Dosen saat ini, tentunya dituntut untuk memiliki kompetensi maupun skill yang mumpuni. Bukan hanya sekedar teori, namun juga dalam praktek aplikasi dilapangan. Terlebih lagi, seperti halnya dosen Teknik Sipil yang menjadi keniscayaan memiliki knowledge maupun kompetensi praktek dilapangan.

"Hasil yang diharapkan dari diklat ini adanya peningkatan kompetensi dosen Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) sesuai kompetensi keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat kelulusan diklat," bebernya, Senin (13/6/2021)

Program yang dijalankan ini tidak mengedepankan sains atau knowledge, akan tetapi mengedepankan terhadap skill atau praktek langsung dilapangan guna peningkatan kompetensi para tenaga pendidik itu. Masing-masing telah memiliki porsi presentase tersendiri, dimana dalam teoritis sebesar 30 persen dan praktek 70 persen.

2

"Pembelajaran berlangsung selama dua Minggu atau 100 jam pembelajaran. Dan ini baru pertama kita( BBPPMPV BOE) lakukan setelah kita masuk dalam gerbong Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi," ungkapnya.

Setelah nantinya pelatihan selesai, tentunya akan terdapat evaluasi atau raport dari para dosen. Hal ini bertujuan untuk  bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta melalui ketercapaian indikator kompetensi dan keberhasilan tujuan pembelajaran. 

Penilaian terhadap peserta dilakukan dengan model Assessement for learning, Assessment of learning dan Assessment as learning. Penilaian terhadap peserta mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian dilakukan melalui tes untuk aspek pengetahuan, sedangkan untuk aspek sikap dan keterampilan menggunakan instrumen non tes dan tes melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung.

3

Salah satu peserta, dosen dari Departemen Teknik Sipil  Universitas Gajah Mada (UGM), Widyastuti begitu antusias menyambut adanya Diklat dari BBPPMPV BOE Malang. 
Dengan belajar dari para mentor yang expert, diharapkan nantinya bisa memperoleh ilmu yang itu akan sangat berguna menambah pengetahuan guna untuk diimplementasikan pada mahasiswa vokasi UGM. "Kita kan belajar sama yang expert di sini,  nanti itu bisa kita saluran kepada mahasiswa ilmu yang baik-baik," pungkas Dosen muda ini. 

Topik
pendidikan sekolahAbdul Rochim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru