Biaya Pengobatan 5 TKW yang Kabur dari Balai Pelatihan Ditanggung Negara

Jun 13, 2021 18:34
Ketua Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, Kholid Habibi saat ditemui di kantornya, Minggu (13/6/2021) (foto: Mariano Gale/Jatim Times)
Ketua Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, Kholid Habibi saat ditemui di kantornya, Minggu (13/6/2021) (foto: Mariano Gale/Jatim Times)

MALANGTIMES - Tiga orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang melompat dari gedung Balai Latihan Kerja Luar Negeri Central Karya Semesta PT Citra Karya Sejati (CKS) di Bumiayu, Kedungkandang, Kabupaten Malang kini dirawat di RS Wava Husada ada tiga orang.

Ketiga orang itu berinsial BI (24), F (24), M (32). Mereka yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dikunjungi Ketua Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, Kholid Habibi.

Kholid menyampaikan bahwa pihkanya akan lebih fokus pada pemulihan terhadap ketiga PMI yang sedang dirawat. "Kondisi ketiga korban saat saya jenguk ke RS itu, kondisinya sekarang membaik, kita berharap lekas sembuh dan kembali ke rumah masing-masing," ujarnya saat ditemui MalangTIMES di kantor BP2MI Cabang Malang, Minggu (13/6/2021).

Dalam kunjungan itu, Kholid juga mengungkapkan kondisi masing-masing dari ketiga korban tersebut. "Ketiga korban masih dalam perawatan. Korban berinisial F itu sudah menjalani operasi. Korban inisial M sedang menunggu suaminya, kemudian menjalankan operasi. Sedangkan korban berinisial BI, tidak mau operasi. Nah ini kita sudah koordinasi kepada BP2MI Mataram untuk membujuk keluarga BI. Karena BI harus segara dilakukan penanganan operasi," ujarnya.

Lanjutnya, dalam pembiayaan untuk ketiga korban tersebut akan ditanggung oleh pihak negara. "Kepala Pusat BP2MI itu jelas menyampaikan, seluruh penanganan pembiayaan dari awal masuk sampai dengan sembuh ditanggung oleh Negara," ujarnya.

Selain itu juga, pihaknya akan terus mengawal penanganan kasus yang dilakukan oleh pihak kepolisian. "Kami juga akan fokus pada proses penanganan kasus ini sampai sejauh mana ," ujarnya

"Kita serahkan semua pada kewenangan kepolisian dan kini sudah masuk ke tahap penyelidikan. Artinya, yang saya tangkap dari korban, itu tidak ada kekerasan secara fisik. Saya dengar langsung dari korban," imbuhnya.

Dalam kejadian ini, Kholid mengimbau kepada BLK lainnya agar tidak mengalami hal yang sama. Yang kemudian mengakibatkan adanya kasus-kasus melanggar hukum.

"Intinya PMI ini adalah pahlawan Indonesia, sebab mereka penghasil devisa no 2 tertinggi untuk Indonesia. Mereka adalah pahlawan. Jangan kasus-kasus ini terjadi lagi. Pada prinsipnya ini suatu bentuk kerja sama. Kalau hal ini terjadi, siapa yang mau masuk ke BLK. Yah bersikap profesional bahwa ini adalah bisnis jasa. Dan jangan kasus ini terjadi berulang kali," himbaunya.

Topik
Pekerja Migran Indonesiakholid habibipajak reklame kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru