Beri Arahan Para Kader PMII, Rektor UIN Harap Ada Diversifikasi Profesi Alumni

Jun 13, 2021 15:45
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris saat memberikan arahan kepada para kader PMII (Ist)
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris saat memberikan arahan kepada para kader PMII (Ist)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof Abdul Haris memberikan arahan pada Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam Forum Ketua Komisariat Se-Jawa Timur, di Kota Batu, Sabtu malam (12/6/2021). Dalam kesempatan itu, pihaknya mengharapkan adanya diversifikasi profesi alumni PMII.

Karena menurutnya, hingga saat ini masih belum banyak yang mendesain kader PMII menjadi sebuah lembaga organisasi yang menyediakan banyak pilihan untuk menjadi kader yang berorientasi di masa depan. Saat ini, kebanyakan masih terfokus pada orientasi bidang politik. 

Selian pada bidang politik, pihaknya berharap pada kader lainnya juga bisa terjun dalam profesi menjadi seorang entrepreneur, seorang pengusaha atau pebisnis. Seperti diketahui, jika saat ini para pebisnis kebanyakan masih didominasi oleh keturunan. 

1

Menurutnya, diprediksi hanya sebagian kecil kader yang ingin menjadi entrepreneur, bahkan mungkin menurut Rektor asal Lamongan itu tak sampai 50 persen kader yang ingin menjadi entrepreneur. 

“Saya yakin hanya sekitar 35,5 persen, kalau betul hipotesis saya, maka mulai saat ini harus diubah. 30 persen bolehlah berkarir di politik atau 35 persen di akademik, 35 persen menurut saya harus didunia bisnis atau entrepreneur,” terangnya.

Dirinya ingin melihat, para kader PMII yang dalam CV menjadi Ketua Komisariat kemudian sukses tak hanya menjadi seorang politisi seperti kebanyakan. Namun juga menjadi seorang entrepreneur yang sukses dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

"Kalau ini ia, ada diversifikasi profesi alumni PMII, tidak semuanya di poltitik dan akademik, tapi sebagian diorientasikan di entrepreneur. Kapan kita membangun profesi yang mendominasi di antara profesi yang lain," paparnya.

Untuk itu, pihaknya berharap adanya diversifikasi bisa dilakukan sesegera mungkin dan tidak ditunda besok ataupun besok lusa. Sebab, masa depan tidak ditentukan di hari esok, namun di hari ini. 

"Misalnya anda ingin jadi kayak, ya mulai sekarang katakan saya bosan jadi orang melarat. Yang ingin jadi politisi, katakan saya ingin jadi presiden, bukan hanya sekelas tim sukses," ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan, jika kader PMII harus mampu berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun. "Harus membangun komunikasi yang bagus dengan pimpinan perguruan tinggi, dengan tokoh masyarakat, dengan tokoh-tokoh dari berbagai kalangan, bahkan dari tokoh penganut agama yang lain," pungkasnya.

Topik
Universitas Islam MalangUIN Maliki MalangUIN MalangProf Abdul Hariskader pmii

Berita Lainnya

Berita

Terbaru