BP2MI Temukan Beberapa Kejanggalan saat Sidak ke BLK-LN PT CKS

Jun 12, 2021 15:00
Para petugas dari BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) dan aparat kepolisian saat keluar dari BLK-LN Central Karya Semesta PT Citra Karya Sejati di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (12/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Para petugas dari BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) dan aparat kepolisian saat keluar dari BLK-LN Central Karya Semesta PT Citra Karya Sejati di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (12/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) Central Karya Semesta PT Citra Karya Sejati (CKS), Sabtu (12/6/2021) siang. 

Dari hasil sidak tersebut, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, terdapat beberapa kejanggalan yang didapat terkait lima orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kabur dari BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS. 

Beberapa kejanggalan dan pelanggaran yang ditemukan adalah terkait kebijakan pengoperasian handphone di dalam BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS yang harus disimpan ketika proses pembelajaran. 

"Ternyata kami temukan case (contoh kasus, red) tidak dalam kondisi belajar saja handphone ditahan. Ini kan sarana vital komunikasi. Mereka ingin komunikasi dengan keluarganya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (12/6/2021). 

Selain terkait kebijakan pengoperasian handphone tersebut, BP2MI juga menemukan kejanggalan terkait sistem pemotongan gaji dari para calon PMI yang berasal dari BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS. 

"Kedua terkait pemotongan gaji. Contoh ke Singapura, Rp 5,5 juta ternyata dipotong selama 8 bulan. Perbulan dipotong Rp 4,1 juta, mereka hanya menerima Rp 1,4 juta," jelasnya. 

Menurutnya, lebih fatal dari itu setiap calon PMI yang sudah mendapatkan pekerjaan atau job penempatan di luar negeri, harus menandatangani perjanjian kerja dengan pihak perusahaan yang mempekerjakan. 

"Di situlah diatur apa yang menjadi hak-hak dan kewajiban. Beberapa diantara mereka yang sudah mendapatkan kerja sudah melakukan perjanjian tidak mendapatkan salinan fisik perjanjian kerja, ini kejahatan menurut saya. Ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya. 

Jadi, mengenai kaburnya lima orang calon PMI yang melompat dari lantai empat gedung BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS, pihaknya meyakini tidak mungkin jika tidak ada sebab yang mendorong mereka melompat keluar. 

"Tidak ada orang gila yang berani melompat dari gedung dengan ketinggian 15 meter dengan risiko mati. Risiko celaka cacat fisik. Kalau tidak ada yang mendorong mereka. Ini kali ketiga," bebernya. 

Terkait peristiwa tersebut, BP2MI menyatakan dari pihak perusahaan mengaku tidak mengetahui. Dan ternyata beberapa waktu lalu juga terdapat calon PMI yang meninggal dunia. 

"Juga ada yang meninggal tadi, katanya meninggal di Rumah Sakit. Oke. Tapi mengapa ada upaya untuk menutup-nutupi, tadi kompak loh. CPMI yang lain mengatakan tidak tahu. Tidak mungkin temannya tidak tahu," tandasnya. 

Menurutnya, tidak boleh ada tindakan atau perlakuan sewenang-wenang kepada para calon PMI. Karena mereka juga merupakan anak bangsa yang menjadi pahlawan devisa negara. 

"Tidak boleh ada di kepala otak pengusaha berpikir seolah olah mereka adalah pihak yang bisa mengatur segalanya. Terkait ketenagakerjaan, kita punya undang undang kok. Kita akan lihat nanti proses hukum polresta," ujarnya. 

Pihaknya pun juga menggaransi, jika dari temuan-temuan pihak kepolisian dan BP2MI menguatkan proses hukum di Polresta Malang Kota, pihaknya akan menutup perusahaan penyalur tenaga kerja keluar negeri ini. 

"Tidak ada ampun, tidak ada kompromi, tidak ada negosiasi dan tawar menawar. Negara tidak boleh kalah menghadapi satu atau gerombolan pengusaha apapun," tegasnya. 

Terakhir, atas nama Tuhan, Benny bersumpah jika tidak rela dan tidak ikhlas jika terdapat kekerasan kepada calon PMI. Dan juga saat ini pihak BLK-LN Central Karya Semesta PT CKS sedang menjalani proses hukum. 

"Saya dari sini akan ke Polresta. Proses hukum secara tuntas dan jangan pernah ibu merasa ada siapapun pihak dibelakang ibu, saya lawan. Kalau demi PMI, demi Pekerja Migran Indonesia siapapun, kalau ibu merasa ada beking, ada orang besar dibelakang ibu, saya lawan," tutupnya.

Topik
temuan di blk ln pt ckskasus di balai latihan kerja malangbenny ramdhanitour virtual gowes wisata nasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru