Rusak Estetika Pantai, Disparbud Kabupaten Malang Keluhkan Bangunan Liar di JLS

Jun 11, 2021 19:27
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mengeluhkan pembangunan warung atau hunian rumah yang mulai terlihat di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS). Hal itu dianggap mengganggu pemandangan atau estetika pantai.

“Saat ini di JLS mulai banyak bermunculan hunian dan bedak-bedak di pinggir jalan. Itu merusak pemandangan pantai,” ucap Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

Munculnya rumah atau warung justru dianggap dapat menyurutkan niat wisatawan untuk datang ke puluhan pantai selatan di Kabupaten Malang. Karena pantai selatan sendiri sudah dikenal masyarakat luas tentang keindahan alamnya.

“Saat ini viewnya mulai ketutupan rumah dan bedak. Wisatawan ke pantai kan ingin lihat pandangan air atau pantai, jangan sampai viewnya itu view rumah. Sekarang kan sudah ketutupan itu beberapa. Biasanya tampak laut sekarang tampak rumah. Kita ini tujuannya menyamankan wisatawan. Mereka (wisatawan) mencari pantai ternyata sampai di sana yang dilihat bedak kan ya jangan sampai,” terang Made.

Untuk itu, Disparbud Kabupaten Malang akan melakukan koordinasi dengan Perhutani tentang batas-batas tanah milik negara dan yang bukan. Sehingga nantinya dapat mengembalikan marwah pantai selatan sebagai ikon wisata alam bagi Kabupaten Malang.

“Kami akan lihat dulu, harus berkoordinasi dengan yang punya tanah. Camat-camat yang yang bersinggungan langsung dengan JLS akan kami ajak koordinasi juga. Agar bisa dilakukan pembongkaran bedak atau hunian yang menghalangi view pantai itu. Harus ditata mulai sekarang jangan sampai rusak,” beber Made.

Selain itu, Disparbud Kabupaten Malang juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan pemandangan pantai. Karena hal itu mempengaruhi tingkat keindahan alam yang diharapkan wisatawan.

“Yang kami promosikan itu keindahan pantai, jika JLS itu terkoneksi dengan Trenggalek, akan banyak wisatawan, tapi lewat saja dan gak berhenti yang rugi siapa?,” kata dia.

Bahkan, dari pengalaman yang diketahui Disparbud Kabupaten Malang, wisatawan rela berjalan hingga satu kilometer untuk memuaskan keinginan berwisata. “Tapi kalau dekat dengan pantai nanti banyak ruko ya gak ada bedanya sama di perkotaan,” tukasnya.

Topik
Disparbud Kabupaten MalangWisata PantaiJalur Lintas SelatanMade Arya Wedanthara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru